Senin, 11 Mei 2015

Ciri SOS Keuangan Anda

4 Gejala Kondisi Keuangan Anda Dalam Bahaya

 Wed March 18th, 2015
 1073

4 Gejala Kondisi Keuangan Anda Dalam Bahaya
Apakah Anda yakin kondisi keuangan Anda saat ini dalam posisi aman? Cicilan rumah dan kartu kredit setiap bulannya terbayar, demikian juga kebutuhan hidup setiap hari. Namun apakah hal itu artinya kondisi keuangan aman?
Banyak orang tidak menyadari posisi keuangannya, dan ketika tiba-tiba mereka pada posisi sulit, barulah terbuka matanya bahwa ia sudah terjerat dalam masalah keuangan dan butuh waktu bukan hanya hitungan bulan bahkan seringkali beberapa tahun baru bisa mengatasinya. Mudahnya mendapatkan kartu kredit saat ini menjadi salah satu penyumbang masalah, karena jika tidak digunakan dengan bijaksana, orang itu bisa pusing tujuh keliling membayar berbagai tagihan yang datang. Lalu bagaimana kita bisa mendeteksi apakah kondisi keuangan kita aman atau tidak? Berikut ini adalah 4 hal yang bisa menjadi tanda bahaya bahwa kondisi keuangan Anda dalam kondisi darurat :
1# Anda tidak punya tabungan untuk kondisi kritis
Menyiapkan payung sebelum hujan itu penting, untuk itu memiliki dana simpanan untuk masa-masa darurat ketika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi seperti PHK atau sakit akan menjaga kondisi keuangan tetap stabil. Untuk itu, kriteria pertama bahwa kondisi keuangan Anda sehat adalah memiliki tabungan untuk kondisi kritis tersebut. Biasanya disarankan besarannya antara  3 sampai 6 kali gaji Anda.
2# Mengajukan pinjaman tanpa agunan untuk kebutuhan konsumtif
Saat ada kebutuhan mendesak dan tidak punya uang, apa yang akan Anda lakukan? "Mengajukan pinjaman tanpa agunan," itu jawaban kebanyakan orang. Namun hal itu adalah mimpi buruk bagi kondisi keuangan Anda.
Pinjaman tanpa agunan adalah pemangsa tanpa belas kasihan. Jika Anda meminjam dari bank bunganya bisa mencapai 30 - 40%, namun jika meminjam dari lintah darat, bunga yang diberikan terbilang mencekik, bagaimana tidak? Tarif bunga pinjaman bisa mencapai 100-500% .
Untuk itu, pinjaman tanpa agunan bukanlah solusi untuk masalah Anda. Hal ini bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik, terlebih untuk kebutuhan konsumtif.
3# Anda hanya bisa membayar tagiham minimum kartu kredit tiap bulannya
Pembayaran minimum kartu kredit dan pinjaman tidak dirancang untuk membantu Anda melunasi hutang dengan cepat, sebaliknya agar pinjaman lebih lama sehingga pihak bank bisa mendapatkan bunga dari pinjaman Anda itu.
Untuk itu, sebisa mungkin Anda melunasi kartu kredit Anda setiap bulannya, dan jika tidak bisa minimal melebihi tagihan minimum Anda. Selain itu, sebisa mungkin bayar tagihan tepat waktu, karena jika tidak maka akan ada biaya tambahan.
4. Anda berhenti menabung untuk pensiun atau bahkan tidak memilikinya
Akan tiba saatnya Anda berhenti bekerja baik karena kondisi kesehatan atau usia, dan berharap bisa menikmati hidup dengan tabungan  yang Anda kumpulkan bersama berjalannya waktu, atau biasanya yang disebut tabungan hari tua atau pensiun. Namun Anda tidak akan bisa menimati masa itu jika Anda tidak memiliki atau berhenti menabung sebagian penghasilan Anda.
Salah satu triknya adalah menyisihkan sebagian penghasilan Anda tiap bulannya untuk pensiun nanti. Apa yang Anda simpan akan menanti Anda di masa depan nanti, selain itu ada tambahan bunganya. Jika Anda belum memulai yang satu ini, mulailah sekarang juga.
Coba cek kembali empat gejala di atas, apakah Anda mengalaminya atau tidak? Jika ada salah satu gejala di atas, maka Anda perlu memperbaikinya sebelum memulai berpikir untuk berinvestasi. Jangan tunggu sampai kondisinya parah, karena masa depan Anda dan keluarga yang dipertaruhkan.

Manfaat Investasi

Manfaat Investasi Bukan Sekedar Kaya

 Tue October 7th, 2014
 1227

Manfaat Investasi Bukan Sekedar Kaya
Setelah berusaha sebulan untuk mendapatkan gaji, tentu anda tidak ingin menghabiskan pendapatan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Perencanaan keuangan yang baik dapat memberikan ‘celah’ bagi anda untuk dapat memulai investasi.

Investasi adalah salah satu cara untuk menambah penghasilan dan memungkinkan anda untuk memiliki kelonggaran keuangan. Bagi yang memiliki penghasilan terbatas, bukan alasan untuk tidak membuat rencana investasi. Selain berpotensi meningkatkan kekayaan, investasi juga dapat menjamin kesejahteraan keluarga anda di masa depan. Hal ini dikarenakan:

Melatih Hidup Hemat
Terdapat pepatah yang menyebutkan, “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.” Hal yang sama pun berlaku dalam investasi. Misalnya anda menggunakan asuransi jiwa sebagai investasi, maka anda harus rela membayar premi. Mungkin saat ini akan terkesan membebani, tetapi ini adalah salah satu pengorbanan kita sehingga kita mendapat hidup yang lebih baik di masa depan.
Dengan investasi pula, kita dapat menekan sikap hidup konsumtif dan menghindari penggunaan kartu kredit. Banyak yang menyangka bahwa kartu kredit sama dengan tambahan uang, tetapi sebenarnya itu adalah tagihan yang tertunda atau hutang.

Kestabilan Inflasi dan Perlindungan Kekayaan
Data menunjukkan bahwa inflasi di Indonesia dalam lima tahun terakhir bergerak mencapai 29,52%. Oleh sebab itu apabila anda tidak menempatkan uang anda pada investasi, maka nilai uang yang anda simpan akan tergerus dan semakin menurun setiap tahunnya. Sebagai contoh, pada tahun 2009 anda masih bisa membeli gorengan dengan harga Rp 500, tetapi di 2014 anda membeli gorengan seharga Rp 1000. Hal ini menunjukkan jumlah uang tetap, tetapi daya beli melemah.

Meningkatkan Nilai Aset
Dengan acuan data yang sama, saat anda melakukan investasi maka uang anda akan berkembang hingga 33,82 %; apabila anda memilih investasi dengan deposito. Bila anda menggunakan investasi emas maka nilainya akan bergerak naik hingga 45,88%. Sedangkan bila anda memilih investasi obligasi akan bergerak naik hingga 79,62%. Kenaikan paling tinggi terjadi pada investasi dengan saham, yakni mencapai 180,94%.

Jaminan Keuangan Masa Depan
Dibandingkan dengan menabung, anda akan lebih cepat menjangkau nilai uang dengan investasi. Sehingga anda dapat lebih cepat mencapai target keuangan yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan atau barang idaman seperti rumah, mobil dan lain sebagainya.

Perencanaan Keuangan Dini
Investasi dapat menjadi peluang untuk pensiun dini dengan nyaman. Anda tidak perlu lagi khawatir dengan kesejahteraan keluarga. Terutama bila anda menanamkan investasi dengan saham yang nilainya akan naik mencapai 180,95% atau 180,95 kali nilai investasi anda. Karakter investasi saham cenderung memberikan hasil maksimal, apabila dilakukan dalam jangka waktu panjang. Tetapi penting diingat bahwa mendekati masa pensiun, sebaiknya porsi investasi saham harus semakin menurun. Dan digantikan dengan investasi obligasi, deposito, emas dan properti.

Inflasi

Inflasi merupakan salah satu penyakit ekonomi di setiap negara. Semua negara baik negara maju maupun berkembang pasti mengalami apa yang disebut inflasi, hanya besarannya saja yang berbeda. Nah pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan membahas secara lengkap mengenai pengertian, jenis-jenis, teori, penyebab, dampak, serta cara mengatasi inflasi. Semoga bermanfaat. Check thsi out!!!

A. Pengertian Inflasi

Kenaikan harga barang dapat bersifat sementara atau berlangsung terus-menerus. Ketika kenaikan tersebut berlangsung dalam waktu yang lama dan terjadi hampir pada seluruh barang dan jasa maka gejala ini disebut inflasi. Jadi, kenaikan harga pada satu atau dua jenis barang tidak dapat dikategorikan sebagai inflasi.

Dengan demikian, inflasi (inflation) adalah kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus-menerus. Lawan dari inflasi adalah deflasi (deflation), yaitu kondisi di mana tingkat harga mengalami penurunan terus-menerus.

B. Jenis-jenis Inflasi

Jenis-jenis inflasi bisa kita bedakan berdasarkan tingkat keparahannya, penyebabnya dan berdasarkan asal terjadinya.
  1. Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya
    • Inflasi rendah. Inflasi dikatakan rendah jika kenaikan harga berjalan sangat lambat dengan persentase kecil, yaitu di bawah 10% setahun.
    • Inflasi sedang. Suatu negara dikatakan mengalami inflasi sedang, jika persentase laju inflasinya sebesar 10% – 30% setahun.
    • Inflasi tinggi. Inflasi dikatakan tinggi jika laju inflasinya berkisar 30% – 100% setahun.
    • Hiperinflasi. Hiperinflasi dapat terjadi jika laju inflasinya di atas 100% setahun. Apabila suatu negara mengalami hiperinflasi, maka masyarakat tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap uang, mereka lebih memilih menukarkannya dengan barang tertentu.

  2. Inflasi Berdasarkan Penyebabnya
    Inflasi dapat pula dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu:
    • Demand-pull inflation
    • Cost-push inflation

  3. Inflasi Berdasarkan Asalnya
    Berdasarkan asalnya inflasi dibedakan menjadi berikut ini.
    • Inflasi karena defisit APBN. Inflasi jenis ini terjadi sebagai akibat adanya pertumbuhan jumlah uang yang beredar melebihi permintaan akan uang.
    • Imported inflation. Imported inflation yaitu inflasi yang terjadi di suatu negara, misalnya beberapa barang di luar negeri yang menjadi faktor produksi di suatu negara, harganya meningkat, maka kenaikan harga tersebut mengakibatkan meningkatnya harga barang di negara tersebut.

Inflasi : Pengertian, Jenis, Teori, Penyebab, Dampak, Cara Mengatasi | www.zonasiswa.com


C. Teori-teori Inflasi

Gejala-gejala inflasi dapat dijelaskan dengan teori-teori inflasi.

  1. Teori Kunatitas (Irving Fisher)
    Menurut teori kuantitas, apabila penawaran uang bertambah maka tingkat harga umum juga akan naik. Hubungan langsung antara harga dan kuantitas uang seperti yang digambarkan oleh teori kuantitas uang sederhana dapat digunakan untuk menerangkan situasi inflasi.

  2. Teori Keynes
    Menurut Keynes, inflasi terjadi karena ada sebagian masyarakat yang ingin hidup di luar batas kemampuan ekonominya. Proses inflasi merupakan proses perebutan bagian rezeki di antara kelompok-kelompok sosial yang menginginkan bagian lebih besar dari yang bisa disediakan oleh masyarakat tersebut.

  3. Teori Strukturalis
    Teori ini memberikan perhatian besar terhadap struktur perekonomian di negara berkembang. Inflasi di negara berkembang terutama disebabkan oleh faktor-faktor struktur ekonominya. Menurut teori ini, kondisi struktur ekonomi negara berkembang yang dapat menimbulkan inflasi adalah:
    • Ketidakelastisan Penerimaan Ekspor
    • Ketidakelastisan Penawaran atau Produksi Makanan di Dalam Negeri

D. Penyebab Inflasi

Penyebab terjadinya inflasi secara umum bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Demand-pull inflation
    Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa menyebabkan bertambahnya permintaan faktor-faktor produksi. Meningkatnya permintaan terhadap produksi menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi terjadi karena kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment. Inflasi yang ditimbulkan oleh permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga dikenal dengan istilah demand pull inflation.

  2. Cost-push inflation
    Inflasi ini terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik.

E. Dampak Inflasi
Inflasi mempunyai dampak terhadap individu maupun bagi kegiatan perekonomian secara luas. Dampak yang ditimbulkan dapat bersifat negatif atau pun positif, tergantung pada tingkat keparahannya.
  1. Dampak Positif
    Pengaruh positif inflasi terjadi apabila tingkat inflasi masih berada pada persentase tingkat bunga kredit yang berlaku. Misalnya, pada saat itu tingkat bunga kredit adalah 15% per tahun dan tingkat inflasi 5%. Bagi negara maju, inflasi seperti ini akan mendorong kegiatan ekonomi dan pembangunan. Mengapa demikian? Hal ini terjadi, karena para pengusaha/ wirausahawan di negara maju dapat memanfaatkan kenaikan harga untuk berinvestasi, memproduksi, serta menjual barang dan jasa.

  2. Dampak Negatif
    Inflasi yang terlalu tinggi membawa dampak yang tidak sedikit terhadap perekonomian, terutama tingkat kemakmuran masyarakat. Dampak inflasi tersebut, antara lain:
    • Dampak Inflasi terhadap Pemerataan Pendapatan
    • Dampak Inflasi terhadap Output (Hasil Produksi)
    • Mendorong Penanaman Modal Spekulatif
    • Menyebabkan Tingkat Bunga Meningkat dan Akan Mengurangi Investasi
    • Menimbulkan Ketidakpastian Keadaan Ekonomi di Masa Depan
    • Menimbulkan Masalah Neraca Pembayaran

F. Cara Mengatasi Inflasi

Berikut ini, Anda akan mengenal beberapa kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi.
  1. Kebijakan Moneter
    Menurut teori moneter klasik, inflasi terjadi karena penambahan jumlah uang beredar. Dengan demikian, secara teoretis relatif mudah untuk mengatasi inflasi, yaitu dengan mengendalikan jumlah uang beredar itu sendiri. Kebijakan moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. Ketika jumlah uang beredar terlalu berlebihan sehingga inflasi meningkat tajam, Bank Indonesia akan segera menerapkan berbagai kebijakan moneter untuk mengurangi peredaran uang.

  2. Kebijakan Fiskal
    Bagaimana kebijakan fiskal dapat mengendalikan inflasi? Seperti Anda ketahui, kebijakan fiskal adalah kebijakan yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan fiskal dilakukan pemerintah untuk mengurangi inflasi adalah mengurangi pengeluaran pemerintah, menaikkan tarif pajak dan mengadakan pinjaman pemerintah.

  3. Kebijakan Non-Moneter dan Non- Fiskal
    Selain kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, pemerintah melakukan kebijakan nonmoneter/ nonfiskal dengan tiga cara, yaitu menaikkan hasil produksi, menstabilkan upah (gaji), dan pengamanan harga, serta distribusi barang.

Kisah Sahabat Lama

Kisah Sahabat Lama

 Wed December 31st, 2014
 893

Kisah Sahabat Lama
Dalam sebuah kesempatan sahabat lama bertemu setelah lama berpisah. Yang satu merantau ke kota dan melanjutkan pendidikan hingga professor. Sedangkan yang lain memilih tetap tinggal di kampong dan bekerja sebagai nelayan. Lalu nelayan mengajak professor memancing dengan perahu kecil di tengah laut. Inilah perbincangan mereka :
Professor :  “ Apa kau bisa berbahasa Inggris?”
Nelayan : “ Aku hanya lulusan SMP, jadi aku tak bisa berbahasa Inggris”.
Professor : “ Wah, kau sangat rugi tidak bisa berbahasa Inggris. Karena jika bisa bahasa Inggris, kau bisa berkeliling dunia, merantau bahkan menjadi kaya. Kau sudah kehilangan 50% dari hidupmu. Lalu bagaimana dengan ilmu matematikamu?”
Nelayan : “ Apalagi ilmu matematika, aku hanya lulusan SMP”
Mengetahui bahwa temannya hanya lulusan SMP dan tidak bisa matematika dan bahasa inggris, professor menjadi besar kepala. Namun tiba-tiba cuaca menjadi mendung dan ombak menjadi besar. Professor menjadi sangat takut dan nelayan mencoba untuk menenangkan temannya. “ Tenanglah, ini biasa pada musim sekarang ini. Jika perahu ini dihempas angin, kita bisa berenang”.
Mendengar ucapan nelayan, professor menjadi tambah takut karena ia tidak bisa berenang. “ Aku tidak bisa berenang, makanya aku sangat takut kalau tenggelam”. Mendengar jawaban professor, nelayan hanya tersenyum kecil dan berkata : “ Menurutmu aku akan kehilangan 50 % dari hidupku karena tidak bisa berbahasa Inggris. Namun sekarang, kau akan kehilangan 100 % hidupmu, karena kau tidak bisa berenang”.
Kisah inspiratif ini mengajarkan bahwa pentingnya kerendahan hati. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Janganlah saling mencela dan merendahkan satu sama lain. Dalam setiap kekurangan, biarlah bisa saling mengisi. Ketika anda menggapai sesuatu, seorang yang rendah hati akan berkata“ Hari ini saya ada karena pertolongan Tuhan, bukan kekuatan saya”. Seorang yang rendah hati akan bisa  menerima kritikan dari orang lain dan belajar menjadi lebih baik.
Jarang memang menemui orang yang rendah hati sekarang ini. Namun, mulailah dari diri sendiri untuk melakukan yang terbaik. Dengan demikian anda bisa menjadi teladan bagi orang lain. Orang yang rendah hati juga bersedia melayani orang lain. Ini sangat sulit memang. Namun, kasih hanya bisa diungkapkan dalam sebuah kasih. Kasih akan membuat orang di sekeliling anda menjadi sangat berharga.

Cara Menabung Orang Kaya

Hampir setiap orang senang memiliki banyak harta. Menjadi kaya memang telah lama menjadi tujuan karir atau bisnis banyak orang di dunia.

Sayangnya, meski telah ada orang kaya yang bisa menjadi contoh, namun jarang sekali orang kebanyakan meniru cara orang kaya tersebut menambah tabungannya.

Tak hanya menambah tabungan, orang kaya ternyata selalu bekerja keras demi meningkatkan pendapatannya.

Jadi, jika ingin kaya raya, pastikan Anda mengikuti jejak-jejak mereka yang telah lebih dulu sukses secara finansial. Berikut lima cara orang kaya menabung uangnya seperti dihimpun Lifehack.org, Selasa (12/5/2015):

1. Hati-hati dengan pengeluaran kecil
Banyak orang yang selalu berhati-hati dalam berinvestasi atau melakukan pembelian dalam jumlah besar. Sayangnya, banyak orang yang justru ceroboh untuk pengeluaran kecil. Orang kaya biasanya selalu mempertimbangkan banyak hal sebelum mnemutuskan untuk mengeluarkan dana.

2. Jangan beli barang tak penting buat pamer

Meskipun Anda senang dipuji oleh teman dan kerabat dekat, tetap saja ada batasan yang tak boleh dilampaui. Seringkali, banyak orang membeli barang hanya untuk mendapatkan pujian semata.

Meski banyak uang, orang kaya jarang membeli barang yang tak dibutuhkannya hanya untuk membuat kagum orang-orang di sekitar. Mereka tak pernah membeli barang yang tak disukainya hanya untuk pamer.

3. Bekerja keras
Tidak seperti persepsi kebanyakan orang bahwa orang-orang kaya hanya bersenang-senang saja. Faktanya, orang kaya bekerja lebih keras dibandingkan orang biasa.

Jadi cobalah tingkatkan pendapatan Anda dengan bekerja lebih keras lagi. Dengan begitu, Anda akan mendatangkan lebih banyak peluang karir dan bisnis yang berguna meningkatkan pendapatan pribadi.

4. Sisihkan pendapatan dalam jumlah besar

Lagi-lagi, orang kaya dianggap sering menghabiskan uang secara berlebihan saat berbelanja. Realitasnya, mereka sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang dan menyisihkan sebagian besar pendapatannya untuk investasi atau menabung.

Artinya, Anda lebih baik mengikuti jejak orang kaya dengan menabung dalam jumlah lebih besar. Setidaknya sepertiga dari pendapatan setiap bulan.

5. Beli barang yang dibutuhkan
Orang kaya tak pernah mau mengeluarkan uang untuk berbagai hal yang bukan kebutuhannya. Kalangan miliarder bahkan selalu hati-hati dengan berbagai biaya yang harus dikeluarkan.

Jangan menyimpan apa yang tersisa dari pengeluaran. Tapi lakukanlah pengeluaran berdasarkan sisa dari pendapatan yang telah menabung.

Selasa, 05 Mei 2015

mengurus surat keterangan waris di dki

Kantor Walikota Jakarta Timur (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta)
Kelurahan Kramatjati
Yth. Sdr. Anonim
Terkait dengan laporan Saudara, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut: Sdr dipersilahkan untuk datang langsung ke Kantor Kelurahan Kramat Jati untuk mengurus Surat Keterangan Ahli Waris tersebut, dengan Prosedur Pelayanan Pertanahan ( Surat Keterangan Ahli Waris) sebagai berikut :
-Melengkapi berkas berupa : Pengantar RT/RW, Foto copy KK & KTP semua ahli waris, foto copy surat kematian, Surat lapor kehilangan dari Kepolisian apabila surat kematian hilang.
-Membuat Surat Keterangan Waris yang ditanda tangani oleh Para Ahli Waris dengan bermaterai 6000 dan diketahui serta di tanda tangani oleh para saksi yaitu Ketua RT / RW setempat
-Dalam pengurusan Pelayanan Pertanahan ( Surat Keterangan Ahli Waris)tidak dipungut biaya
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, terima kasih
08 May 2013 15:29:23

Rabu, 22 April 2015

Perbedaan TOEFL & IELTS

Ketika membaca persyaratan kuliah atau program beasiswa, khususnya di luar negeri, umumnya kita harus melampirkan sertifikat Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau International English Language Testing System (IELTS). Sebenarnya, apa perbedaan TOEFL dan IELTS tersebut?
Kedua instrumen ini sama-sama digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang. Tidak heran, hasil kedua tes tersebut sering dijadikan sebagai persyaratan untuk mengajukan beasiswa, melanjutkan sekolah ke luar negeri, hingga untuk melamar pekerjaan.
Namun, kedua tes ini sebenarnya memiliki beberapa perbedaan. Bagi kamu yang masih bingung dan belum ada gambaran, simak penjelasan di bawah ini, seperti dikutip dari Belajar Inggris, Kamis (23/4/2015).
1. Organisasi pengembang
Meski sama-sama untuk mengukur kemampuan bahasa inggris, baik TOEFL maupun IELTS diprakarsai oleh pengembang yang berbeda. TOEFL adalah besutan dari Educational Testing Service (ETS), suatu organisasi dari Amerika Serikat. Sedangkan IELTS dikembangkan berdasarkan kerjasama antara British Council University of Cambridge dan IELTS Australia.
2. Tujuan
TOEFL biasanya digunakan untuk menguji kemampuan bahasa Inggris seseorang dalam konteks American English. Sementara itu, IELTS lebih digunakan untuk menguji kemampuan bahasa inggris dalam konteks British English.
3. Materi ujian
Secara keseluruhan, kemampuan yang diujikan pada TOEFL maupun IELTS sama, yaitu meliputi kemampuan membaca, menulis, mendengar, dan berbicara. Namun skor TOEFL biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan dalam berbahasa Inggris dalam konteks bahasa Inggris tersebut adalah bahasa utama yang digunakan sehari-hari.
Sedangkan, untuk IELTS lebih dirancang untuk orang yang ingin melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri. Tes ini telah diakui di berbagai institusi pendidikan dan badan profesional di berbagai negara. Dalam praktiknya, terdapat dua versi tes pada IELTS, yaitu versi umum dan akademis. Sementara itu, TOEFL hanya memiliki satu versi tes.
4. Teknis
Pelaksanaan tes IELTS memakan waktu dua jam 45 menit. Karena IELTS memiliki dua versi tes, yaitu umum dan akademis, jadi terdapat perbedaan tes antara kedua versi tersebut. Untuk tes mendengar dan berbicara relatif sama, namun untuk tes menulis dan membaca antara kedua versi tes tersebut memiliki penekanan materi yang berbeda. Sementara itu, TOEFL hanya menggunakan satu versi tes dan memakan waktu 4 jam dalam pelaksanaannya.
5. Skor
Rentang skor IELTS adalah dari skala 0 -9. Untuk mendaftar program sarjana, setidaknya dibutuhkan skor antara 6.0 - 6.5 agar bisa lolos. Sementara itu, rentang skor TOELF terbagi menjadi dua, yaitu tes online dan tertulis. Jika tes online, maka rentang skor berkisar antara 0 - 120 sedangkan pada tes tertulis antara 310 - 677.
Berdasarkan rentang skor TOEFL tersebut, skor standar yang digunakan oleh perguruan tinggi di seluruh dunia umumnya yaitu sekitar 79 - 80 untuk TOEFL online. Skor tersebut setara dengan skor sebesar 550 untuk TOEFL yang dilakukan secara tertulis.