Ini bukan perkara baru. Sengketa klaim antara perusahaan asuransi jiwa
dengan nasabahnya bak kisah klasik yang kerap berulang. Persoalan yang
muncul nyaris serupa: pihak asuransi menolak klaim biaya perawatan
nasabahnya.
Ironi industri asuransi mulai dari kekecewaan para nasabah hingga yang
berujung kematian. Apalagi mengingat betapa gigihnya para agen asuransi
saat menawarkan produknya, yang penuh janji manis soal kemudahan klaim.
Berangkat dari kasus klaim PT Asuransi Allianz Life Indonesia yang
berujung pidana dan penetapan tersangka dua petingginya, kami pun
mencoba menelusuri persoalan yang mendasari munculnya sengketa klaim
asuransi jiwa.
Baca: Geger Klaim Asuransi
Konon, seorang karyawan asuransi dianggap berprestasi bila berhasil
mencari nasabah baru. Selain itu, khusus di bagian klaim, prestasi
diukur dari keberhasilan menggugurkan pengajuan klaim nasabah.
Memang belum ada fakta keras soal target pengguguran klaim yang mesti
dilakukan seorang karyawan asuransi. Namun, seorang pengacara nasabah
asuransi, Alvin Lim, mengungkapkan secara blakblakan hasil penyelidikan
dari beberapa kasus sengketa klaim yang pernah ditanganinya.
“Klaim itu ada target. Jadi, misalnya masuk (pengajuan) klaim Rp100
miliar. Kalau diterima semua, si manajer klaim mungkin tidak bertahan
lama di sana. Selain itu, target bonus mereka juga dilihat dari performa
berapa banyak (klaim) yang bisa ditolak,” ujar Alvin saat berbincang
dengan Metrotvnews.com di Jakarta, Senin 2 Oktober 2017.
Jadi, ia melanjutkan, kalau klaim bisa ditolak, kenapa tidak? Sementara
sisanya, yang tidak bisa ditolak, diupayakan pembayarannya diperlambat.
“Ini bicara cashflow. Bila dalam satu waktu premi masuk lebih
kecil daripada pengajuan klaim, tentu memperlambat pembayaran (klaim)
menjadi sebuah strategi,” ucapnya.
Perilaku semacam ini tampak wajar dalam sebuah bisnis. Pemasukan
diupayakan sebesar mungkin. Adapun sebaliknya, beban pengeluaran ditekan
sekecil-kecilnya. Semua dilakukan atas nama menjaga “kesehatan"
perusahaan.
Pembayaran klaim termasuk dalam kategori beban perusahaan jika merujuk laporan keuangan perusahaan asuransi.
Nah, persoalan ini turut menjadi sorotan Warsito Sanyoto selaku
pengacara yang juga sebagai investigator klaim sejumlah perusahaan
asuransi ternama. "Ya, perusahaan asuransi tentu menghendaki adanya claim ratio serendah mungkin dibanding premi yang masuk," kata Warsito kepada Metrotvnews.com, Selasa 3 Oktober 2017.
Namun, menurut Warsito, seharusnya pengajuan klaim tidak boleh dihindari
apabila klaim itu benar dan terbukti terjadi suatu kerugian. Walaupun
begitu, sebagai seorang claim investigator yang dibayar oleh
perusahaan-perusahaan asuransi, Warsito berusaha menjelaskan bahwa ia
masih tetap mampu bekerja secara profesional.
"Meski perusahaan asuransi yang membayar saya, tapi penyelidikan saya
atas sebuah pengajuan klaim tetap objektif, tidak memihak, baik kepada
perusahaan maupun tertanggung (nasabah)," paparnya.
Jangka Waktu
Setiap penolakan pengajuan klaim oleh perusahaan asuransi ternyata tidak
melulu sah dan benar. Dalam beberapa kasus, kami menemukan kejanggalan
yang mengisyaratkan penolakan secara halus.
Modus yang kerap dipakai pun beragam. Salah satunya memanfaatkan perjanjian di polis asuransi.
Umumnya, nasabah atau pihak pengaju asuransi enggan membaca secara rinci
kesepakatan dalam polis yang diberikan seorang agen asuransi. Alasan
yang muncul adalah kepercayaan.
Ambil misal, persoalan batas waktu proses pencairan klaim. Hal ini tidak
di atur di dalam polis. Biasanya dialami pemegang polis asuransi yang
bersifat reimburse atau penggantian pembayaran.
Artinya, setelah nasabah mengajukan klaim, pihak asuransi berhak
membayarnya kapanpun - tanpa batas waktu. Boleh jadi ini terkait claim ratio tadi, memperlambat pembayaran klaim saat premi asuransi yang masuk kecil.
Sebaliknya, nasabah diberikan batas waktu untuk mengajukan klaim sejak
dirinya dirawat. Bila dalam tenggat waktu tertentu klaim tidak diajukan,
maka dianggap tidak mengajukan klaim.
Begitu pula soal pembayaran premi. Bila nasabah atau tertanggung
mengalami keterlambatan dalam membayar premi, dalam jangka waktu
tertentu, polisnya bisa ditutup sepihak oleh perusahaan asuransi.
Mantan Ketua Dewan Asuransi yang juga Dosen Asuransi dan Manajemen
Risiko di Universitas Indonesia, Hotbonar Sinaga, menyatakan perjanjian
dasar di sebuah perusahaan asuransi seharusnya dibuat sederhana.
Pasalnya, banyak agen asuransi yang tidak menjelaskan detail ihwal
perjanjiannya kepada calon tertanggung.
"Sebaiknya tidak boleh lagi (perjanjian dalam polis) hurufnya
kecil-kecil. Kalau hurufnya masih kecil-kecil dan agen tidak menjelaskan
detail, laporkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," cetusnya saat
ditemui di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 30 September 2017.
Syarat tambahan
Modus lainnya adalah meminta dokumen secara terus menerus, sebagai
syarat pencairan klaim. Alvin Lim mengatakan, cara ini banyak ditemukan
di sejumlah sengketa klaim.
"Seperti (kasus) Allianz yang meminta surat klarifikasi. Terus menerus
meminta keterangan medis lanjutan dari dokter, sehingga dokter yang
merawat (nasabah) marah dan tidak mau mengisi," kata Alvin.
Saat dokumen tidak lengkap, ditambah habisnya tenggat waktu pengajuan
klaim, maka perusahaan asuransi memiliki alasan yang cukup untuk
menggugurkan klaim si nasabah. "Parahnya lagi, syarat (surat klarifikasi
dan rekam medis) yang diminta itu tidak tertera dalam prosedur
pengajuan klaim di dalam buku polis," ungkap Alvin.
Sepatutnya, menurut Alvin, perusahaan asuransi sudah mengetahui bahwa catatan medis lengkap itu sifatnya rahasia.
Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
269/MENKES/PER/III/2008. Dokter yang menangani pasien atau pihak rumah
sakit hanya bisa memberikan ringkasan atau resume medis. Dilarang
mengeluarkan catatan lengkap riwayat pasien alias rekam medis.
“Soal ketentuan catatan medis lengkap, yang saya tahu cuma Allianz saja
yang memberlakukan. Mereka sudah menerapkannya sejak lama,” papar Alvin.
Alhasil, dari sederet sengketa klaim berbasis permintaan rekam medis
ini, tersisa satu perntanyaan besar. Apakah pihak asuransi tidak
mempercayai dokter dari rumah sakit yang menjadi rekanannya?
Opini dokter
Dalam sebuah perusahaan asuransi, biasanya ada seorang dokter yang
bertugas memeriksa atau memverifikasi pengajuan klaim dari nasabah.
Kepentingannya, agar perusahaan mengetahui kebenaran penyakit dan
perawatan nasabahnya.
Nah, yang jadi masalah, sering kali dokter verifikator di perusahaan
asuransi atau sering disebut dokter klaim, menegasikan keputusan dokter
di rumah sakit. Pendapat kedua dokter ini kerap berbeda.
Sebagai contoh, seorang dokter rumah sakit merujuk pasiennya untuk
dirawat. Pada sisi lain, dokter klaim berdasarkan resume medis
menganggapnya tidak perlu dirawat. Dengan begitu perusahaan asuransi
tidak perlu menanggung biayanya.
"Itu karena dokter klaim hanya melihat diagnosa atau resume, tidak melihat kondisi pasiennya," kata Alvin.
Situasi semacam ini ditemukan dalam kasus penolakan klaim nasabah Allianz, mendiang Belki Sukiyo.
Belki adalah penerima manfaat Hospital Surgical, Hospital Income, juga Critical Income. Belki dirawat di RS Siloam selama empat bulan. Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp6 miliar lebih.
Karena klaimnya ditolak, maka keluarga memutuskan merawat Belki di
rumah. Pada Juli 2017, Belki pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Tidak ada yang salah dengan penolakan klaim itu. Sebab, semasa Belki
sakit, dokter belum mengetahui persis penyakit apa yang dideritanya.
Hasil pemeriksaan laboratorium pun tidak menunjukkan adanya kelainan.
Tapi, kondisi fisik Belki terus menurun dan melemah, bahkan hilang
kesadaran. Selama empat bulan itulah Belki dipantau dan diberikan
perawatan intensif oleh rumah sakit.
"Bagi dokter rumah sakit, walau tak terdiagnosa (penyakitnya), mereka
mempertimbangkan kondisi fisik. Bila mengkhawatirkan, pasien dirujuk
untuk dirawat. Sementara dokter klaim hanya melihat hasil laboratorium
saja. Ya, keduanya adalah dokter, tapi kepentingannya beda," kata Alvin.
Namun, setelah kisah wafatnya Belki ini menyeruak di media sosial, pihak
Allianz pun menyetujui untuk membayarkan salah satu klaim mendiang
Belki, sebesar Rp135 juta.
"Semoga klaim lainnya juga segera dibayarkan," cetus Alvin.
Tak terdaftar
Tak hanya Allianz, Alvin mengungkapkan bahwa sengketa klaim juga menimpa
banyak perusahaan asuransi yang lain. Termasuk persoalan "kesaktian"
dokter klaim.
"Ada sejumlah nasabah berbagai perusahaan asuransi yang saya dampingi
soal ini. Sedikitnya 15 klien yang kasusnya sedang berjalan," kata
Alvin.
Dari informasi ini, kami pun mencoba memeriksa status dokter klaim di
sejumlah perusahaan asuransi, melalui aplikasi cek dokter di situs resmi
Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).
Hasilnya, kebanyakan dokter klaim di beberapa perusahaan asuransi
statusnya tidak terdaftar alias tidak memiliki Surat Tanda Registrasi
(STR) dari KKI. Meskipun ada yang terdaftar, namun STR-nya banyak yang
sudah kedaluwarsa.
Aturan mainnya, tanpa STR, kompetensi seorang dokter patut
dipertanyakan. Sudah dipastikan juga dokter tersebut tidak memiliki
rekomendasi profesi, termasuk Surat Izin Praktek (SIP).
Satu di antaranya adalah Manager Claim Allianz Indonesia yang kini
berstatus tersangka, dr. Yuliana Firmansyah. Dari hasil pencarian, nama
Yuliana dinyatakan tidak terdaftar di KKI.
Sayangnya, setelah beberapa kali menghubungi pihak Allianz, kami belum
mendapatkan respon terkait hal ini. Termasuk pesan singkat kepada Head
of Corporate Communications Allianz Indonesia, Adrian DW, tidak
berbalas.
Bila dokter klaim di perusahaan asuransi tidak memiliki STR, maka mahfum
jika kompetensinya dipertanyakan saat memutuskan seorang pasien berhak
atau tidak untuk dirawat di rumah sakit.
Soal STR dan SIP, pemerintah sudah mengaturnya dalam Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.
Merujuk pada Pasal 78 UU Praktik Kedokteran, setiap orang yang dengan
sengaja menggunakan alat, metode atau cara lain dalam memberikan
pelayanankepada masyarakat, seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter
yang telah memiliki STR atau SIP, dapat dipidana penjara paling lama
lima tahun, atau denda paling banyak Rp150 juta.
Sementara bagi perusahaan atau seseorang yang dengan sengaja
mempekerjakannya, berdasarkan Pasal 80, dipidana penjara paling lama 10
tahun atau denda paling banyak Rp300 juta.
Perlu revisi
Lantas, bagaimana pendapat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait status "bodong" dokter klaim ini?
Ketua PB IDI Daeng M. Faqih tidak melihatnya sebagai pelanggaran hukum.
Alasannya, belum ada aturan khusus untuk dokter verifikator alias dokter
klaim di perusahaan asuransi.
Menurut Daeng, dokter klaim bukan dokter yang sifatnya terapis,
mendiagnosa dan mengambil tindakan. Dokter klaim adalah dokter umum yang
dikelaskan sebagai dokter penilai.
Biasanya, bila berhadapan dengan penyakit yang spesifik atau lebih
kompleks, dokter klaim meminta pendapat dokter spesialis lain, atau
bertanya ke profesi, dalam hal ini IDI. Setelah itu barulah dia
mengambil keputusan untuk perusahaan asuransi tempat dia bekerja.
Tetapi, kata Daeng, secara substansi, karena dokter klaim turut
menentukan apakah seseorang dirawat atau tidak dalam tindakan medis
selanjutnya, sepatutnya terdaftar KKI.
"Sebab, kalau teregistrasi pasti terjaga kualitas, mutu, dan
pengetahuannya. Ini terkait juga kepercayaan masyarakat," tutur Daeng
saat kami hubungi, Sabtu, 7 Oktober 2017.
Dia pun mengakui, perbedaan pendapat antara dokter di rumah sakit dengan
dokter klaim masih sering terjadi. “Makanya, saya pribadi setuju,
standarisasi dokter verifikator perlu diperbaiki, agar penilaian yang
dikeluarkan untuk perusahaannya (asuransi) berbasis standar kedokteran
terkini.”
IDI berharap, dokter yang bekerja sebagai verifikator terdaftar di KKI
dan memiliki rekomendasi profesi, sebagaimana laiknya seorang dokter.
Sebaliknya, perusahaan-perusahaan asuransi lebih elok bila mempekerjakan
dokter yang terdaftar
Selasa, 07 November 2017
Rabu, 19 Juli 2017
Ditanggung or Tunjangan PPH ?
Dalam kacamata UU PPh, menanggung PPh tersebut dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan memberikan tunjangan pajak (Tunjangan PPh) seperti layaknya memberikan tunjangan transport, tunjangan makan, tunjangan jabatan, dlsb, atau dengan cara kedua yaitu menanggung PPh tanpa memberikan tunjangan pajak.
Jika dilihat secara kasat mata, kedua cara ini sebenarnya sama saja karena PPh Pasal 21 yang terutang tidak dibebankan kepada karyawan (tidak dipotong dari gaji atau penghasilan karyawan) melainkan ditanggung sendiri oleh perusahaan atau pemberi kerja. Tetapi jika dilihat dari sisi UU dan ketentuan peraturan PPh, masing-masing mendapat perlakuan perpajakan yang berbeda.
Tunjangan PPh & Efeknya di PPh Pemberi Kerja
Cara menanggung PPh Pasal 21 yang pertama adalah dengan seolah-olah memberikan tunjangan pajak (Tunjangan PPh) kepada karyawan seperti layaknya memberikan Tunjangan Transport, Tunjangan Makan, Tunjangan Jabatan, dan tunjangan lainnya.
Dengan cara ini, PPh Pasal 21 yang sebenarnya ditanggung oleh perusahaan pemberi kerja dimasukkan terlebih dahulu ke dalam unsur gaji dan tunjangan kepada karyawan saat penghitungan PPh Pasal 21 dilakukan (Tunjangan PPh Pasal 21 ikut dihitung PPh Pasal 21-nya). Jadi seolah-olah karyawan menerima uang Tunjangan PPh tadi terlebih dahulu dan dihitung pula PPh Pasal 21-nya, baru kemudian dipotong kembali oleh perusahaan pemberi kerja.
Besarnya Tunjangan PPh dapat disesuaikan dengan kebijakan perusahaan pemberi kerja masing-masing. Perusahaan atau pemberi kerja bisa saja menerapkan kebijakan untuk memberikan tunjangan pajak sebesar 100% dari jumlah PPh Pasal 21 yang terutang. Kebijakan ini lebih dikenal dengan istilah gross-up (lihat contoh perhitungan di bawah ini).
Tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang (salah satunya Tunjangan PPh) merupakan salah satu biaya atau pengeluaran yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto pemberi kerja [Pasal 6 ayat (1) huruf a angka 2 UU PPh]. Artinya, perusahaan atau pemberi kerja boleh membiayakannya di SPT Tahunan PPh mereka. Dan untuk mempertegas treatment atau perlakuan pembiayaannya ini, sebaiknya pemberi kerja memasukkan akun Tunjangan PPh ke dalam slip gaji karyawannya.
PPh Ditanggung & Efeknya di PPh Pemberi Kerja
Cara menanggung PPh Pasal 21 yang kedua (menanggung PPh tanpa memberikan tunjangan pajak) dalam istilah peraturan pajak disebut dengan PPh Ditanggung Pemberi Kerja. Dengan cara ini, PPh Pasal 21 yang terutang atas gaji karyawan dibayar sendiri oleh pemberi kerja dan PPh Pasal 21 yang dibayar (ditanggung) oleh si pemberi kerja itu tidak dimasukkan sebagai unsur penghasilan karyawan.
Sebagai contoh, misalkan Budi bekerja sebagai pegawai di PT Megah dengan gaji Rp 5.000.000,-. Seandainya dari gaji tersebut PPh Pasal 21 yang terutang sebesar Rp 250.000,- dan PPh Pasal 21 tersebut ditanggung oleh PT Megah, maka gaji yang diterima Budi adalah Rp 5.000.000,-.
PPh Pasal 21 sebesar Rp 250.000,- yang ditanggung oleh PT Megah dalam contoh di atas, tidak dimasukkan sebagai tunjangan (penghasilan) bagi Budi saat penghitungan PPh Pasal 21 dilakukan. Ini dikarenakan menurut Pasal 4 ayat (3) huruf d UU PPh, pajak atas gaji Budi yang tidak dipotong dari gaji melainkan ditanggung sendiri oleh PT Megah tersebut dikategorikan sebagai imbalan dalam bentuk kenikmatan (fasilitas) atau yang biasa kita sebut dengan benefit in kind.
Sebagai konsekuensinya, PT Megah juga tidak boleh membiayakan PPh Pasal 21 yang ditanggung tadi dalam SPT Tahunan PPh Badannya. Sebab biaya-biaya yang berupa imbalan atau penggantian dalam bentuk kenikmatan tidak diperkenankan dikurangkan dari penghasilan bruto pemberi kerja saat menghitung penghasilan kena pajak.
Tax Planning Sederhana
Seperti telah diuraikan di atas, antara Tunjangan PPh Pasal 21 dengan PPh Pasal 21 Ditanggung mendapat perlakuan (treatment) perpajakan yang berbeda, baik dari sisi penghitungan PPh Pasal 21 maupun PPh Pemberi Kerja.
Tunjangan PPh Pasal 21 merupakan objek PPh Pasal 21 yang harus ditambahkan ke dalam penghasilan karyawan saat penghitungan PPh Pasal 21. Perlakuannya sama seperti tunjangan-tunjangan lainnya seperti Tunjangan Transport, Tunjangan Makan, Tunjangan Jabatan atau lainnya. Namun di sisi PPh Pemberi Kerja, Tunjangan PPh Pasal 21 ini dapat dibiayakan (deductible expense) sehingga akan mengurangi penghasilan bruto dan otomatis akan mengurangi PPh Pemberi Kerja.
PPh Pasal 21 Ditanggung, di sisi lain, bukan merupakan objek PPh Pasal 21 dan tidak perlu dimasukkan ke dalam tunjangan atau penghasilan karyawan pada saat menghitung PPh Pasal 21. Akan tetapi, sebagai konsekuensinya, perusahaan atau pemberi kerja tidak boleh membiayakan PPh Pasal 21 Ditanggung tersebut saat menghitung PPh pemberi kerja karena PPh Pasal 21 Ditanggung adalah salah satu biaya yang tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto perusahaan atau pemberi kerja (non deductible expense).
Perlu diingatkan bahwa ketentuan mengenai deductible maupun non deductible expense
tersebut di atas tidak berlaku bagi perusahaan atau pemberi kerja yang
penghasilannya sudah dikenakan PPh bersifat final. Artinya, jika
perusahaan atau pemberi kerja merupakan Wajib Pajak yang penghasilannya
sudah dikenakan PPh bersifat final, kebijakan apapun yang dipilih,
memberikan tunjangan PPh Pasal 21 atau tidak, maka kebijakan itu tetap non-deductible expense.
Sebab bagi perusahaan atau pemberi kerja yang penghasilannya sudah
dikenakan PPh bersifat final, biaya apapun yang dikeluarkan tidak lagi
diperhitungkan dalam penghitungan PPh atas penghasilan usahanya.Contoh perusahaan atau pemberi kerja yang penghasilannya dikenakan PPh bersifat final misalnya: perusahaan konstruksi, perusahaan persewaan tanah/bangunan, perusahaan pelayaran dalam negeri, dan beberapa perusahaan lain yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah.
Dengan memperhatikan treatment perpajakan atas kedua kebijakan tersebut, sebenarnya perusahaan atau pemberi kerja bisa melakukan tax planning sederhana untuk menghemat atau meminimalisir pembayaran pajak, baik PPh Pasal 21 maupun PPh Badan/Pemberi Kerja.
Tanpa Kompensasi Kerugian
Misalkan, PT Megah memperoleh omset Rp 500.000.000,- dengan total biaya sebesar Rp 350.000.000,-. Katakanlah PT Megah memiliki kewajiban untuk memotong dan menyetor PPh Pasal 21 sebesar Rp 25.000.000,- maka dalam hal ini PT Megah dapat memilih apakah PPh Pasal 21 tersebut akan ditanggung perusahaan dengan cara memberikan Tunjangan PPh Pasal 21 atau tidak. Atau dengan kata lain, apakah PT Megah ingin agar PPh Pasal 21 sebesar Rp 25.000.000,- itu dibiayakan juga atau tidak?
Jika PT Megah ingin agar PPh Pasal 21 sebesar Rp 25.000.000,- tersebut juga bisa dibiayakan, maka PT Megah dapat memberikan Tunjangan PPh Pasal 21. Dengan demikian, total biaya usaha menjadi Rp 375.000.000,- (Rp 350.000.000,- + Rp 25.000.000,-) dan laba neto usaha turun menjadi Rp 125.000.000,-. Sehingga PPh Badan yang harus dibayar adalah Rp 125.000.000,- x 12,5% = Rp 15.625.000,-.
Akan tetapi, karena memberikan Tunjangan PPh Pasal 21 sebesar Rp 25.000.000,- maka atas Tunjangan PPh Pasal 21 tersebut juga harus diperhitungkan dan disetorkan PPh Pasal 21.
Dengan asumsi bahwa atas Rp 25.000.000,- dikenakan tarif rata-rata 5%, maka tambahan PPh Pasal 21 yang harus disetor adalah 5% x Rp 25.000.000,- = Rp 1.250.000,-. Dengan demikian, total pajak yang harus dibayar oleh PT Megah adalah = PPh Badan (Rp 15.625.000,-) ditambah dengan PPh Pasal 21 (Rp 25.000.000,- + Rp 1.250.000,-) atau Rp 41. 875.000,-
Apabila PT Megah memilih tidak memberikan Tunjangan PPh Pasal 21 (artinya PPh Pasal 21 yang semula Rp 25.000.000,- ditanggung sendiri tanpa memberikan tunjangan pajak), maka PPh Badan menjadi = Rp 500.000.000,- (-) Rp 350.000.000,- (x) 12,5% = Rp 18. 750.000,-. Sedangkan PPh Pasal 21 yang harus disetor tetap sebesar Rp 25.000.000,- sehingga total pajak yang harus dibayar PT Megah ke Kas Negara adalah Rp 18.750.000,- (+) Rp 25.000.000,- = Rp 43.750.000,-.
Jadi dengan analisa angka-angka tersebut, jelas kelihatan bahwa bagi PT Megah memberikan Tunjangan PPh Pasal 21 akan lebih menghemat pajak yang harus dibayar ke negara.
Ada Hak Kompensasi Kerugian
Bagaimana jika PT Megah masih memiliki hak kompensasi kerugian fiskal tahun-tahun sebelumnya? Apakah kebijakan memberikan Tunjangan PPh Pasal 21 masih tetap menguntungkan (menghemat pajak)?
Dalam kondisi di mana jumlah kompensasi kerugian fiskal tersebut masih lebih besar dari pada penghasilan neto tahun berjalan, sehingga PPh Badan masih nihil, maka kebijakan menanggung PPh Pasal 21 tanpa memberikan tunjangan PPh Pasal 21 merupakan alternatif yang menguntungkan. Sebab dengan demikian tidak ada tambahan PPh Pasal 21 yang harus dipotong atau disetor ke kas negara.
Misalkan dalam contoh sebelumnya PT Megah memiliki kompensasi kerugian tahun sebelumnya Rp 200.000.000,-. Jika PT Megah memilih tidak memberikan tunjangan PPh Pasal 21, berarti total biaya usaha tetap Rp 350.000.000,- dan laba usaha tetap Rp 150.000.000,-. Karena kompensasi rugi tahun sebelumnya (Rp 200.000.000,-) masih lebih besar dari pada laba usaha (Rp 150.000.000,-), berarti PPh Badan PT Megah masih Rp 0,-. Dan karena PPh Pasal 21 ditanggung tanpa memberikan tunjangan PPh Pasal 21, berarti PPh Pasal 21 yang harus disetor tetap Rp 25.000.000,-.
Tetapi jika PT Megah memutuskan untuk memberikan tunjangan PPh Pasal 21, maka akan ada tambahan PPh Pasal 21 yang harus disetor yaitu Rp 1.250.000,- (Rp 25.000.000,- x 5%) sehingga total PPh Pasal 21 yang harus disetor Rp 26.250.000,-. Sementara di PPh Badan masih tetap nihil (Rp 0) karena laba usaha masih lebih kecil jumlahnya dari pada kompensasi kerugian.
Minggu, 19 Februari 2017
REALISTIS
Realistis
Ah, aku rindu kau jadinya, pa.
Terimakasih sudah mengajarkan kepada kami tentang konsep realistis sehingga
tidak mudah terbuai janji manis. Kami jadi tahu mana yang benar dan mana yang
salah, dengan menilai sesuatu lebih luas. Lama aku tidak ke kuburmu. Tunggu aku,
ya pa. Kita cerita-cerita yang banyak nantinya
Jadi teringat cerita lama. Ketika
papa mengajak kami bersaudara ke Restoran Padang terkenal, ia berkata,
"Pilih satu-satu lauknya ya..", dan kami pun memilih satu dari sekian
banyak lauk enak yang terhidang di meja. Yang dibanyakin cuman kuahnya.
Kami tahu bahwa kami bukan orang
kaya. Kami juga tahu bahwa papa masih berusaha membahagiakan kami bersaudara
dengan mimpi indah, makan di restoran.
Meski begitu, kami juga tahu
bahwa ia mengajarkan kami untuk realistis. Sesuai apa yang ada, tidak perlu
berlebih jika memang tidak ada.
Realistis, itulah yang diajarkan
kepada kami dan itulah yang banyak hilang sekarang ini. Banyak orang tertipu janji manis
dengan menanam uang di sebuah koperasi yang menjanjikan pendapatan 30 persen
sebulan. Orang menjual semua hartanya hanya untuk sebuah mimpi dan akhirnya
mereka terpuruk bermandikan hutang dan janji manis.
Ada lagi yang tertipu dengan pakaian agama, menjanjikan keuntungan dunia berlipat ganda. Janji manis ditambah aksesori agamis, membuat banyak orang kembali lupa diri. Akhirnya mereka menangis kembali terperosok dalam lubang hitam kebangkrutan dan hutang yang sulit ditanggung anak istrinya.
Semakin kesini, semakin banyak
ulama yang menjanjikan surga. Seakan cukup dengan ritual, banyak orang terperdaya
memborong ayat yang dijual. Sehingga mereka mabuk dan lupa bahwa Nabinya
diturunkan untuk memperbaiki ahlak manusia. Seluruh manusia, bukan hanya mereka
yang seiman.
Kita sudah lupa arti kata
realistis. Melihat sesuatu dengan apa adanya dan mengembangkan apa yang sudah
kita punya.
Puluhan tahun kita mengalami
banyak calon pejabat mengumbar janji manis, bahkan lebih manis dari sesendok
bubuk kopi ditambah seember gula. Banyak orang yang percaya, dan sampai sekarang
mereka masih hidup begitu-begitu saja.
Yang di pinggiran kali, masih
berkutat dengan taik mengambang dan malaria. Yang tinggal di pinggiran rel
kereta, bermimpi indah karena rumah kardus mereka mau dicat warna-warna.
Mereka selama ini lebih baik
membeli mimpi dengan menjual suara, karena berfikir realistis bahwa tidak akan
ada orang yang bisa memperbaiki taraf hidup mereka.
Sampai disini banyak yang
bingung, "Apakah saya realistis atau apatis?".
Dan lucunya, ketika ada seseorang
yang realistis yang ingin membantu memperbaiki taraf hidup mereka, mengangkat
harkat dan derajat mereka sebagai manusia, mereka menolak. Alasannya sederhana,
karena tidak seagama.
Mereka kembali pada pekerjaan
lama, menelan janji-janji manis dan mimpi yang melambung bahwa satu waktu akan
ada yang menolong mereka. Tuhan harus menyediakan orang yang seiman dengan
mereka. Kalau tidak bisa, paksa Dia.
Aku mengambil lauk yang kusuka,
sepotong rendang dan kubanjiri dengan kuah gule ayam yang terlihat nikmat. Mata
kecilku menatap wajah ayahku yang tersenyum senang karena kami semua mengerti.
Aku berjanji saat itu, "Satu
saat nanti, jika aku besar dan mapan nanti, papa boleh mengambil semua lauk di
meja.." Dan ketika aku besar dan mapan, kuajak ayahku yang sudah menua
makan di tempat yang sama, dan ia hanya mengambil satu lauk saja.
Selasa, 24 Januari 2017
Effect Dollar VS Gold
Data Keuangan AS yang Berpengaruh terhadap Pergerakan Harga Emas
Harga emas mempunyai korelasi negatif
terhadap pergerakan USD. Demikian juga dengan hampir semua komoditas
yang mempunyai denominasi dalam dollar. Jika dollar menguat, maka
sebaliknya emas akan tertekan.
Pergerakan dollar sendiri dipengaruhi oleh
beberapa factor, antara lain supply & demand, sentimen dan
psikologi pasar, serta faktor teknis. Yang termasuk sentimen dan
psikologi pasar adalah sikap pasar terhadap laporan keuangan AS yang
baru di release, diantaranya yaitu:
1. Nonfarm Payroll
Laporan ini dikeluarkan oleh U.S.
Department of Labor Bureau of Labor Statistics yang menunjukkan
pengurangan dan penambahan jumlah lapangan kerja setiap bulannya pada
akhir pekan. Data ini merupakan indicator yang ditunggu oleh the Fed
terkait kesehatan pasar tenaga kerja untuk meningkatkan suku bunga. Jika
suku bunga tinggi artinya menarik untuk investor sehingga permintaan
terhadap dollar meningkat dan artinya bearish terhadap emas.
2. Trade Balance
Laporan ini dikeluarkan bulanan oleh
Bureau of Economic Analysis dan US Census Bureau, menunjukkan aktivitas
ekspor dan impor. Jika impor melebihi ekspor, maka dikatakan neraca
defisit atau sebaliknya jika ekspor lebih dari impor maka disebut
surplus. Kondisi defisit tidak menguntungkan bagi dollar karena
permintaan terhadap barang impor lebih tinggi, demikian juga dengan
permintaan mata uang asing.
3. Gross Domestic Product
Adalah data produk dan layanan jasa yang
dihasilkan suatu wilayah selama periode waktu tertentu sebagai ukuran
kemakmuran. Laporan ini dikeluarkan oleh The Bureau of Economic Analysis
pada akhir bulan. Jika GDP meningkat, suku bunga akan cenderung
meningkat sehingga menguatkan dollar dan menekan emas.
4. Retail Sales
Merupakan ukuran aggregate penjualan
barang-barang retail selama jangka waktu tertentu. Tingkat penjualan
tinggi menunjukkan ekonomi dan dollar yang kuat demikian juga jika
sebaliknya. Laporan ini dikeluarkan setiap pertengahan bulan oleh Census
Bureau and the Department of Commerce
Volatilitas dollar karena laporan
tersebutu juga akan tercermin pada pergerakan harga emas pada arah yang
berlawanan, misal dalam bentuk spike yang sifatnya short term. Sedangkan
untuk jangka panjang lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental lainnya.
Jumat, 06 Januari 2017
Pengusir Tikus
Masalahnya, hewan pengerat ini suka hidup di lingkungan yang banyak
air dan makanan yang cukup. Jadi tak heran bila ia sering muncul di got,
loteng, karung, basement, pipa, lemari dapur, dekat pohon, semak, dan gudang.
Untuk mengusir tikus juga bukan perkara mudah. Ia cerdik dan tahu benar bagaimana perangkap bisa membunuhnya. Tapi apa Anda tahu, ada beberapa cara mudah sebenarnya untuk mengusir tikus tanpa racun. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti dilansir Homeremedyhacks, Rabu (19/10/2016):
1. Kamper
Kamper atau kapur barus sangat ampuh mengusir tikus. Kamper juga mudah ditemui di warung atau supermarket. Tempatkan saja beberapa kamper di tempat yang sering didatangi tikus. Hindari menyentuh kamper dengan tangan kosong.
2. Amonia
Campur dua sendok deterjen, seperempat gelas air dan dua cangkir amonia. Tempatkan cairan ini di tempat yang sering disinggahi tikus. Karena bau amonia yang menyengat, tikus biasanya tidak tahan.
3. Minyak Peppermint
Minyak peppermint dapat digunakan untuk mengusir tikus karena mereka tidak tahan bau yang menyengat. Yang harus Anda lakukan adalah mencelupkan beberapa bola kapas dalam minyak peppermint dan menempatkan mereka di daerah rawan tikus. Anda juga bisa menggunakan serai atau minyak jarak.
4. Bulu burung hantu atau ular plastik
Bulu burung hantu akan menakut-nakuti tikus dan memaksa mereka pergi. Cobalah menempatkan bulu beberapa burung hantu di dalam lubang tikus. Atau, jika Anda tidak dapat menemukan satu, taruh beberapa ular plastik di kebun Anda untuk menyingkirkan tikus di halaman.
Untuk mengusir tikus juga bukan perkara mudah. Ia cerdik dan tahu benar bagaimana perangkap bisa membunuhnya. Tapi apa Anda tahu, ada beberapa cara mudah sebenarnya untuk mengusir tikus tanpa racun. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti dilansir Homeremedyhacks, Rabu (19/10/2016):
1. Kamper
Kamper atau kapur barus sangat ampuh mengusir tikus. Kamper juga mudah ditemui di warung atau supermarket. Tempatkan saja beberapa kamper di tempat yang sering didatangi tikus. Hindari menyentuh kamper dengan tangan kosong.
2. Amonia
Campur dua sendok deterjen, seperempat gelas air dan dua cangkir amonia. Tempatkan cairan ini di tempat yang sering disinggahi tikus. Karena bau amonia yang menyengat, tikus biasanya tidak tahan.
3. Minyak Peppermint
Minyak peppermint dapat digunakan untuk mengusir tikus karena mereka tidak tahan bau yang menyengat. Yang harus Anda lakukan adalah mencelupkan beberapa bola kapas dalam minyak peppermint dan menempatkan mereka di daerah rawan tikus. Anda juga bisa menggunakan serai atau minyak jarak.
4. Bulu burung hantu atau ular plastik
Bulu burung hantu akan menakut-nakuti tikus dan memaksa mereka pergi. Cobalah menempatkan bulu beberapa burung hantu di dalam lubang tikus. Atau, jika Anda tidak dapat menemukan satu, taruh beberapa ular plastik di kebun Anda untuk menyingkirkan tikus di halaman.
5. Lada
Bau menyengat lada bukan hanya bisa membuat hidung manusia gatal, tapi juga ampuh mengusir tikus. Cukup taburkan sedikit lada di sekitar sudut-sudut dan lubang-lubang di mana mereka tinggal. Anda akan melihat hasilnya.
6. Daun salam
Tikus itu suka makan apa pun, termasuk daun salam. Tapi ketika mereka memakannya, hal itu benar-benar membunuh mereka. Taruh saja beberapa daun salam di daerah tikus. Terus ulangi proses ini sampai semua tikus pergi.
7. Bawang
Bawang sangat efektif untuk menyingkirkan tikus secara alami. Bau bawang ini dianggap tikus sangat menjijikkan. Yang perlu Anda lakukan hanya mengiris bawang dan menyimpannya di dalam atau dekat lubang mereka.
8. Membuat perangkap sendiri
Membuat perangkap adalah salah satu cara terbaik untuk menyingkirkan tikus dengan cepat. Anda bisa menggunakan selai kacang dan keju yang menjadi favorit tikus.
9. Ular kering atau kotoran kucing
Anda bisa membeli beberapa sampah ular kering dari toko hewan peliharaan atau kebun binatang. Dijamin, tikus tidak akan datang ke tempat Anda lagi karena dia takut ular.
Anda juga bisa menggunakan kotoran kucing untuk mengusir tikus.
Bau menyengat lada bukan hanya bisa membuat hidung manusia gatal, tapi juga ampuh mengusir tikus. Cukup taburkan sedikit lada di sekitar sudut-sudut dan lubang-lubang di mana mereka tinggal. Anda akan melihat hasilnya.
6. Daun salam
Tikus itu suka makan apa pun, termasuk daun salam. Tapi ketika mereka memakannya, hal itu benar-benar membunuh mereka. Taruh saja beberapa daun salam di daerah tikus. Terus ulangi proses ini sampai semua tikus pergi.
7. Bawang
Bawang sangat efektif untuk menyingkirkan tikus secara alami. Bau bawang ini dianggap tikus sangat menjijikkan. Yang perlu Anda lakukan hanya mengiris bawang dan menyimpannya di dalam atau dekat lubang mereka.
8. Membuat perangkap sendiri
Membuat perangkap adalah salah satu cara terbaik untuk menyingkirkan tikus dengan cepat. Anda bisa menggunakan selai kacang dan keju yang menjadi favorit tikus.
9. Ular kering atau kotoran kucing
Anda bisa membeli beberapa sampah ular kering dari toko hewan peliharaan atau kebun binatang. Dijamin, tikus tidak akan datang ke tempat Anda lagi karena dia takut ular.
Anda juga bisa menggunakan kotoran kucing untuk mengusir tikus.
10. Rambut manusia
Ini mungkin terdengar aneh, tapi tikus tidak bisa tahan melihat dari rambut manusia. Taruh saja beberapa helai rambut dan taruh di dalam lubang tikus. Tak lama, dia tikus akan makan rambut dan mereka akan mati.
11. Kotoran sapi
Baunya mungkin menyengat tapi kotoran sapi merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah hewan pengerat tersebut masuk ke rumah. Ambil saja beberapa kotoran sapi dan menyebarkannya area rumah.
12. Suara bising
Suara saja mungkin terdengar tidak akan menyakiti mereka, tetapi suara tertentu bisa membuat telinga mereka berdarah.
13. Bedak bayi
Meskipun metode ini tidak terlalu efektif, namun Anda dapat mencobanya sesekali. Taburkan bedak bayi di sudut-sudut dan di sekitar wilayah tikus. Bedak bayi ternyata dapat membunuh tikus.
14. Steel Wool
Ingin menyingkirkan tikus di dinding rumah Anda? Coba ciptakan hambatan menggunakan steel wool. Steel wool merupakan lilitan besi yang sering digunakan untuk mencuci piring.
Ini mungkin terdengar aneh, tapi tikus tidak bisa tahan melihat dari rambut manusia. Taruh saja beberapa helai rambut dan taruh di dalam lubang tikus. Tak lama, dia tikus akan makan rambut dan mereka akan mati.
11. Kotoran sapi
Baunya mungkin menyengat tapi kotoran sapi merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah hewan pengerat tersebut masuk ke rumah. Ambil saja beberapa kotoran sapi dan menyebarkannya area rumah.
12. Suara bising
Suara saja mungkin terdengar tidak akan menyakiti mereka, tetapi suara tertentu bisa membuat telinga mereka berdarah.
13. Bedak bayi
Meskipun metode ini tidak terlalu efektif, namun Anda dapat mencobanya sesekali. Taburkan bedak bayi di sudut-sudut dan di sekitar wilayah tikus. Bedak bayi ternyata dapat membunuh tikus.
14. Steel Wool
Ingin menyingkirkan tikus di dinding rumah Anda? Coba ciptakan hambatan menggunakan steel wool. Steel wool merupakan lilitan besi yang sering digunakan untuk mencuci piring.
Selasa, 03 Januari 2017
Perencana Keuangan Generasi X
Anda termasuk ke dalam generasi X dan Y? Welcome!! Berarti
saat ini anda kemungkinan besar sudah atau sedang menuju suatu posisi
penting baik di pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi anda. Sebelum
kita lanjutkan bagaimana sih seharusnya bentuk keuangan dan perencanaan
keuangan bagi anda yang ada di generasi X dan Y ini ada baiknya kita
bahas dulu apa itu generasi X dan Y.
Kalau kita tanya ke mbah Google banyak informasi seputar generasi X dan Y ini. Yang pasti generasi sebelum X adalah generasi yang dikenal dengan nama Baby Boomer, yaitu mereka yang lahir dari zaman setelah Perang Dunia ke-II sampai dengan awal tahun 1960an (ada yang bilang 1963 ada yang bilang 1964, kita pakai 1964 saja ya). Nah kalau begitu yang disebut dengan Generasi X (di US dulu disebut dengan Baby Bust atau Baby Buster) adalah mereka yang lahir setelah itu, yaitu antara tahun 1965 sampai dengan 1980. Setelah itu disambung dengan Generasi Y yang lahir antara tahun 1981 sampai dengan tahun 1994.
Baru kemudian Generasi Z yang lahir di tahun 1995-2010 kemarin. Khusus untuk kombinasi Generasi Y dan Z ini yang kemudian ramai-ramai dikenal dengan Generasi Milenials (Karena telah melewati tahun millennium '2000').
So, kita tidak akan membahas spesifik generasi Milenials tapi lebih fokus ke generasi X dan Y early yang saat ini sudah berada di usia pekerja dan kebanyakan sudah berumah tangga sampai pada usia 40 tahunan. Di mana letak mereka secara keuangan?
Bagi anda Generasi X, sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi untuk anda tidak bisa mengatur keuangan. Bila anda lahir di tahun 1965-1975an, berarti anda sudah berada pada usia 40an saat ini, sementara antara 1975-80an berarti anda sudah berada di usia 35an, sehingga tidak ada alasan anda tidak bisa mencari informasi tentang bagaimana cara mengatur keuangan. Apalagi ketika anda mendekat usia 40 tahunan, kata-kata pensiun sudah di depan mata (meskipun kelihatannya masih 10-15 tahun lagi). Lalu di mana letak posisi keuangan yang harus anda miliki? Apa yang wajib anda miliki bagi anda yang masuk Generasi X?
1. Utang Konsumtif Lunas
Anda yang generasi X, sudah selesai masanya anda bersenang-senang. Sudah selesai masanya anda gesek kartu kredit atau pun utang lainnya yang bersifat konsumtif. It's time to get serious. Segala hal yang berhubungan dengan utang terutama utang konsumtif dan kartu kredit harus dan wajib sudah dilunasi bagi anda generasi X, terutama yang masuk di usia 40 tahunan atau menjelang 40 tahun. Cicilan anda sudah harus berbentuk aset produktif dan fokus pada cicilan produktif saja.
2. Dana Darurat Lengkap
Ketika anda masih lebih muda, sudah pasti banyak keperluan-keperluan yang membutuhkan banyak dana. Akibatnya banyak dari anak muda dan keluarga muda yang belum tentu sanggup memenuhi Dana Darurat mereka secara lengkap. Ingat bagi anda yang berkeluarga dan punya tanggungan sampai dengan 2 orang anda membutuhkan dana darurat sebesar 6 bulan pengeluaran. Sementara anda yang mempunyai tanggungan lebih dari 2, berarti anda membutuhkan minimum 12 bulan kebutuhan bulanan.
Nah, anda generasi X, di saat memasuki usia 40an sudah tidak ada alasan lagi kalau dana darurat anda belum lengkap sejumlah minimum yang dibutuhkan. Bahkan lebih baik bila bisa lebih besar lagi dari yang dipersyaratkan. Jangan lupa dana darurat itu adalah sebesar pengeluaran tahunan kita, dan pengeluaran tahunan setiap tahun pasti naik. So pastikan anda sudah menghitung ulang pengeluaran tahunan anda dan membuat perhitungan ulang atas dana darurat anda.
3. Dana Pensiun
Di Indonesia usia pensiun standar adalah 55 tahun atau 56 tahun. Beberapa institusi sudah menaikkan menjadi 58 tahun, akan tetapi tetap masih kurang. Di negara maju seperti di Amerika Serikat usia pensiun adalah 65 tahun. Generasi X hanya punya waktu 10-20 tahun lagi waktu tersisa untuk mempersiapkan dana pensiun mereka. Dan waktu 10-20 tahun itu adalah waktu yang tidak lama lagi.
Bagi generasi X tidak ada alasan anda tidak punya dana pensiun atau belum mempersiapkan dana pensiun anda. Ini adalah momen-momen terakhir anda untuk mempersiapkan dana pensiun. Menunda 1-5 tahun lagi akan berakibat fatal dan menyebabkan investasi bulanan untuk dana pensiun anda menjadi sangat tinggi.
4. Mengerti Cara Mengelola Bujet Bulanan
Generasi X, ketika anda menuju dan memasuki usia 40an, sudah tidak ada alasan lagi bila anda tidak mengerti bagaimana cara membuat dan mengelola bujet bulanan anda. Pengelolaan bujet yang baik dan benar akan menentukan apakah anda bisa mencapai tujuan keuangan anda dan keluarga.
5. Mengerti Berapa Besar Yang Harus Ditabung & Investasi
Generasi X harus sudah tahu berapa besar yang wajib di tabungan dan investasikan dari penghasilan setiap bulannya. Jawabanya adalah sebesar minimum 20% dari penghasilan bulanan. Ingat rumusan 50/30/20 dari pengeluaran anda? Di mana 50% dari penghasilan dipakai untuk biaya hidup sehari-hari termasuk juga untuk transportasi, sekolah anak, bahkan kebutuhan tertier seperti makan di luar dan lain sebagainya. Sementara 30% dipakai untuk membayar utang-utang anda termasuk KPR, utang kendaraan, utang konsumtif, dan lain sebagainya. Pastikan ada sisa 20% yang bisa anda tabungan dan investasikan untuk masa depan anda (dana pensiun, dana pendidikan dll).
6. Tahu Besaran Kekayaan Bersih Anda
Anda pasti sudah paham dong apa itu kekayaan bersih dan cara menghitungnya? Kekayaan bersih didapatkan dari perhitungan neraca keuangan pribadi. Diperhitungkan dari total aset dikurangi utang-utang yang anda miliki. Informasi ini adalah cara tercepat untuk mengetahui kondisi dan posisi keuangan anda. Ketika anda sudah berusia di atas 35 tahun, sudah sewajarnya anda mengetahui berapa besar kekayaan bersih anda dan apa saja komposisi portfolionya. Dari situ anda bisa melihat mana di antara aset anda yang memberikan return paling positif dan tinggi.
7. Tahu Berapa Penghasilan dan Pengeluaran Anda
Kedengarannya mudah kan? Meskipun terdengar mudah ternyata banyak lho orang yang tidak tahu dan tidak paham perhitungan dari mana penghasilan mereka (beserta jumlahnya) dan ke mana uang mereka dibelanjakan. Padahal di sinilah kunci keberhasilan finansial anda. Anda yang masuk kategori generasi X dan menikah di usia 25 tahunan, maka saat ini harusnya pengeluaran anda untuk keluarga tidak sebesar sebelumnya (secara persentase) dan mulai lebih banyak melakukan investasi.
8. Keluar dari Jebakan Utang
Lihat ulasan saya di atas, di saat usia anda sudah di atas 35 tahunan, maka anda sudah harus mulai lebih banyak menempatkan uang anda untuk tabungan dan investasi, daripada membayar cicilan bulanan anda. Secepatnya lunasi utang konsumtif anda, dan bila anda masih membayar cicilan pastikan cicilan tersebut adalah utang produktif atau berupa aset untuk investasi.
9. BI Checking
Orang mungkin banyak tidak paham, tidak mengerti apa sih fungsi dari sebuah BI Checking atau dikenal dengan istilah Sistem Informasi Debitur (SID). Dengan terintergrasi sistem keuangan dan data keuangan di Indonesia, semakin ke sini semakin sulit bagi orang-orang yang 'nakal' untuk melakukan tindakan kejahatan, Karena semuanya tercatat dalam SID kita.
Itulah sebabnya menjadi sangat penting sekarang dan ke depannya untuk menjaga SID ini. Bagi anda generasi X, dengan melakukan cicilan rutin untuk rumah (KPR), kendaraan dan kartu kredit yang dikelola dengan baik, maka dapat dipastikan BI Checking anda juga memperoleh penilaian yang baik.
Bagi anda generasi X dan belum mempunyai SID alias BI Checkingnya masih nol, sudah seharusnya anda cepat-cepat mengumpulkan score ini agar memudahkan anda mendapatkan pinjaman di kemudian hari.
10. Anda Seharusnya Sudah Punya Aset
Generasi X dan Y awal, diusia sekarang harusnya secara keuangan sudah lebih stabil, sehingga sudah sewajarnya memiliki aset terutama rumah tinggal, atau KPR. Dengan kredit rekor/BIC Checking yang bagus anda sudah seharusnya memiliki pinjaman tersebut (liat tulisan tentang BI Checking di artikel sebelum ini).
11. Anda Seharusnya Sudah Bisa Membedakan Mana Yang Darurat
Belanja menyenangkan, apalagi belanja barang-barang yang kita sukai. Beli baju, sepatu, tas, ganti kendaraan, pasang aksesories dan lain-lain. Well, kalau anda melalukan hal tersebut di usia 20 tahunan, mungkin masih wajar ya. Tapi ketika generasi X dan Y awal sudah memasuki usia 30an bahkan menuju 40an, anda sudah seharusnya bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan dan mana yang benar-benar darurat.
12. Anda Seharusnya Sudah Tahu Berapa Biaya Pensiun Ideal.
Yakin anda sudah tahu berapa biaya pensiun yang ideal untuk anda dan keluarga? Sudah pernah menghitung angkanya? Sudah tahu apakah anda tersebut cukup untuk biaya pensiun anda nanti? Apakah anda kaget lihat angkanya? Apabila belum, banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mulai memperhitungkan berapa besar biaya yang dibutuhkan.
13. Berapa Yang Sudah Anda Simpan Untuk Pensiun Anda?
Well, keliatannya anda sudah mengerti kalau anda harus punya cukup dana untuk pensiun, benar kan? Pertanyaan berikutnya adalah berapa besar yang sudah anda alokasikan, simpan, investasi untuk dana pensiun anda? Sudahkan anda berhitung nominal jumlahnya akan berapa? Apakah nominal jumlah tersebut kira-kira dapat mencukupi biaya hidup ketika anda pensiun nanti? Bila tidak, apa saja alternative yang harus anda persiapkan? Banyak yaaaaa… sebagai Generasi X dan Y awal anda harus paham itu.
14. Semakin Anda Berumur, Semakin Kompleks Keuangan Anda
Banyak klien saya yang masih usia muda berkata, "Saya pasti bisa menabung dan investasi lebih banyak kalau nanti punya penghasilan lebih besar". Sebenarnya yang terjadi adalah dengan naiknya penghasilan anda maka kebutuhan keuangan andapun juga semakin meningkat dan kompleks. Sebagai contoh, apabila anda masih single dan baru menikah masih mau tinggal di apartemen kecil, ketika sudah mempunyai anak 1 atau 2 anda akan berfikir untuk pindah ke rumah tinggal yang lebih besar, dan lain sebagainya.
15. Bagaimana Pasangan Anda Mengatur Keuangan
Anda sudah di usia 30an menuju 40an, menikah dan punya anak. Saat ini seharusnya anda sudah tau apa kebiasaan dari pasangan anda yang berhubungan dengan keuangan, baik itu kebiasaan baik maupun kebiasaan buruk. Apakah pasangan anda bisa menjadi tim dari anda untuk mengurus keuangan keluarga? Ataukah pasangan anda justru berlawan cara dengan anda dalam mengatur keuangan keluarga?
16. Bagaimana Kondisi Keuangan Orang Tua Anda (dan pasangan)
Ketika anda masih muda anda dan pasangan pasti disupport oleh orang tua. Nah ketika sekarang anda memasuki usia 30an menuju 40an, kemungkinan besar orang tua anda sudah pensiun. Bagaimana kondisi keuangan mereka? Apakah mereka bisa bertahan dengan aset dan dana pensiun yang dimiliki? Ataukah harus bergantung hidup dari anda juga? Generasi X dan Y awal termasuk kedalam kegarasi Sandwich dimana mereka terjepit harus membiayai pensiun orang tua disaat yang bersamaan membiayai anak yang belum mandiri.
17. Anda Mengerti Dasar-dasar Dari Berinvestasi
Tidak ada alasan lagi untuk tidak mengerti dan tahu dasar-dasar dari mengelola keuangan terutama berinvestasi. Di usia yang ke 30an memasuki 40an Anda seharusnya sudah paham bagaimana investasi dan bursa itu bekerja. Apabila anda belum memahami, sebaiknya secepatnya belajar dari sekarang Karena waktu anda yang tersisa sudah tidak lama lagi sampai pensiun. Jangan berfikir anda bisa langsung berinvestasi tanpa mengetahui dasar-dasar investasi tersebut terlebih dahulu.
18. Ketahui Total Paket Kompensasi Anda
Semua orang pasti bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Tapi banyak dari anda yang mungkin tidak paham sebenarnya paket kompensasi yang anda terima apa saja? Apakah anda mendapatkan asuransi secara penuh? Apakah ada dana pensiun dari kantor atau menggunakan DPLK? Apakah ada jamsostek yang lama atau menggunakan BPJS yang baru? Apakah anda dapat fasilitas mobil kantor, dan masih banyak lagi fasilitas lainnya. Penting bagi anda untuk mengetahui totak paket kompensasi yang anda dapatkan dari tempat bekerja anda sehingga bisa anda maksimalisasikan.
19. Siapa Orang Yang Akan Anda Tunjuk?
Kedengarannya aneh ya? Maksudnya begini lho. Di usia yang sudah semakin bertambah, maka resiko-resiko apapun baik pekerjaan, kesehatan, catat, ataupun kematian bisa terjadi kapanpun. Nah, bila hal tersebut terjadi apakah anda sudah memutuskan siapa yang nanti akan menjadi orang yang anda tunjuk untuk mengurus aset anda? Atau sesimpel bila terjadi hal yang bersifat emergency siapakah orang yang akan dihubungi? Bila anda belum memilikinya, berarti sudah saatnya sekarang anda persiapkan.
20. Merasa Tidak Pernah Cukup Punya Uang
Dari pengalaman menjadi perencana keuangan sedemikian lama, jarang sekali ditemukan orang yang merasa sudah cukup banyak punya uang. Mengapa? Karena sepertinya pengeluaran kita akan terus bertambah seiring dengan naiknya penghasilan kita. So, jangan menunda-nunda lagi, mulai persiapkan keuangan anda dari sekarang.
21. Anda Mungkin Tidak Pernah Tahu Keuangan Seseorang Sesungguhnya
Rekan kerja di kantor anda yang ngantor dengan pakaian keren dan necis mungkin realitas sebenarnya malah sedang kesulitan keuangan dan bermasalahan dengan keuangan. Atau mungkin saja tetangga anda terpaksa harus menjual rumahnya. Intinya, apa yang terlihat di depan mata belum tentu apa yang sebenarnya terjadi, sehingga tidak bagus untuk membandingkan keuangan anda dengan orang lain.
22. Apa Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Ketika Membeli Rumah Baru
Kita semua suka sekali renovasi rumah. Tapi yang harus diingat adalah, anda tidak dalam posisi untuk selalu renovasi rumah seperti di dalam acara-acara TV itu. Ingat, proyek besar untuk merenovasi rumah pasti akan membutuhkan biaya yang besar.
23. Bagaimana Bisa Berpenampilan Keren Tapi Dana Terbatas
Menghambur-hamburkan uang untuk pakaian terbaru bukanlah tindakan yang tepat, tapi tetap mungkin untuk bisa dilakukan. Banyak cara anda bisa berpenampilan kece dengan dana terbatas. Setiap tanggal merah maupun liburan, tengah tahun ataupun akhir tahun seperti saat ini, toko dan departement store biasanya menyelenggarakan diskon yang lumayan besar. Anda bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Yang penting belanja sesuai bujet dan tidak berlebihan.
24. Apa Yang Dimaksud Dengan 'rebalancing'
Ketika anda masih lebih muda dari sekarang, investasi anda mungkin bisa saja agresif dengan banyak pilihan produk keuangan. Dengan semakin bertambahnya usia, profil risiko anda semakin hari semakin menurun, anda harus mengatur ulang portofolio keuangan anda agar sesuai dengan kondisi sekarang.
25. Kenapa Asuransi Jiwa Menjadi Sangat Penting
Meskipun anda tidak punya anak atau tanggungan, mungkin saja anda masih memerlukan asuransi jiwa untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Jangan lupa asuransi jiwa murah selama anda membelinya ketika masih usia muda.
26. Sadar Kalau Pengeluaran Kecil Bisa Berbahaya
Generasi X harusnya sudah menyadari bahwa pengeluaran Rp 50 ribu sehari untuk hal-hal yang tidak penting justru bila dijumlah bisa berbahaya untuk keuangan anda. Padahal uang sebesar itu kalau dikumpulkan setiap bulan bisa membantu anda untuk mencapai tujuan keuangan.
27. Makanan Favorit di Bawah Rp 30 ribu
OK anda bisa makan di restoran mewah, tapi anda juga harus punya lima jenis makanan favorit yang bisa dimakan setiap hari dengan harga di bawah Rp 30 ribu. Dan yang penting makanan tersebut tidak membuat kantong anda bolong.
28. Jangan Lupa Untuk Negosiasi Gaji
Setuju bahwa anda harus mengurangi pengeluaran dan lebih banyak menabung. Tapi ada cara yang lebih cepat lagi, yaitu negosiasi untuk naik gaji. Yes, ketika anda sudah bekerja dengan baik dan atau berprestasi dalam pekerjaan, maka anda bisa negosiasi untuk naik gaji. Setidaknya anda tahu bagaimana perusahaan anda menghargai anda.
29. Apa Itu Wasiat dan Kenapa Anda Membutuhkannya
Dalam posisi saat ini di kehidupan anda, sudah sewajarnya anda mempunyai wasiat. Anda tidak mau dong, aset yang sudah anda kumpulkan bertahun-tahun untuk keluarga dan orang yang anda cintai (pasangan dan anak) justru malah ke orang lain? Jaga aset anda dengan wasiat.
30. Tahu Perbedaan Perhitungan Bunga
Ada perhitungan bunga yang disebut Simple interest, Diskonto, sama Compound interest alias bunga ber bunga. Anda harus sudah tahu bedanya dan mana yang bisa memberikan dan mengembangan kekayaan anda dan keluarga.
31. Ilmu Berbagi
Pintarlah dalam memilih tempat berbagi rezeki dan ilmu, anda bisa mendapatkan kebagiaan dunia akhirat. Pintar dalam memilih produk keuangan dan investasi yang cocok, akan membuat aset dan keuangan anda berkembang.
32. Merencanakan Keuangan
Generasi X bila sampai saat ini masih belum bisa merencanakan keuangan, anda bisa jadi akan bermasalah dengan keuangan anda di masa yang akan datang, bahkan sampai masa pensiun anda. Belajar keuangan yang baik dan benar dari sekarang, bila anda merasa 'buntu' ada bagusnya menggunakan jasa konsultan perencana keuangan.
Kalau kita tanya ke mbah Google banyak informasi seputar generasi X dan Y ini. Yang pasti generasi sebelum X adalah generasi yang dikenal dengan nama Baby Boomer, yaitu mereka yang lahir dari zaman setelah Perang Dunia ke-II sampai dengan awal tahun 1960an (ada yang bilang 1963 ada yang bilang 1964, kita pakai 1964 saja ya). Nah kalau begitu yang disebut dengan Generasi X (di US dulu disebut dengan Baby Bust atau Baby Buster) adalah mereka yang lahir setelah itu, yaitu antara tahun 1965 sampai dengan 1980. Setelah itu disambung dengan Generasi Y yang lahir antara tahun 1981 sampai dengan tahun 1994.
Baru kemudian Generasi Z yang lahir di tahun 1995-2010 kemarin. Khusus untuk kombinasi Generasi Y dan Z ini yang kemudian ramai-ramai dikenal dengan Generasi Milenials (Karena telah melewati tahun millennium '2000').
So, kita tidak akan membahas spesifik generasi Milenials tapi lebih fokus ke generasi X dan Y early yang saat ini sudah berada di usia pekerja dan kebanyakan sudah berumah tangga sampai pada usia 40 tahunan. Di mana letak mereka secara keuangan?
Bagi anda Generasi X, sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi untuk anda tidak bisa mengatur keuangan. Bila anda lahir di tahun 1965-1975an, berarti anda sudah berada pada usia 40an saat ini, sementara antara 1975-80an berarti anda sudah berada di usia 35an, sehingga tidak ada alasan anda tidak bisa mencari informasi tentang bagaimana cara mengatur keuangan. Apalagi ketika anda mendekat usia 40 tahunan, kata-kata pensiun sudah di depan mata (meskipun kelihatannya masih 10-15 tahun lagi). Lalu di mana letak posisi keuangan yang harus anda miliki? Apa yang wajib anda miliki bagi anda yang masuk Generasi X?
1. Utang Konsumtif Lunas
Anda yang generasi X, sudah selesai masanya anda bersenang-senang. Sudah selesai masanya anda gesek kartu kredit atau pun utang lainnya yang bersifat konsumtif. It's time to get serious. Segala hal yang berhubungan dengan utang terutama utang konsumtif dan kartu kredit harus dan wajib sudah dilunasi bagi anda generasi X, terutama yang masuk di usia 40 tahunan atau menjelang 40 tahun. Cicilan anda sudah harus berbentuk aset produktif dan fokus pada cicilan produktif saja.
2. Dana Darurat Lengkap
Ketika anda masih lebih muda, sudah pasti banyak keperluan-keperluan yang membutuhkan banyak dana. Akibatnya banyak dari anak muda dan keluarga muda yang belum tentu sanggup memenuhi Dana Darurat mereka secara lengkap. Ingat bagi anda yang berkeluarga dan punya tanggungan sampai dengan 2 orang anda membutuhkan dana darurat sebesar 6 bulan pengeluaran. Sementara anda yang mempunyai tanggungan lebih dari 2, berarti anda membutuhkan minimum 12 bulan kebutuhan bulanan.
Nah, anda generasi X, di saat memasuki usia 40an sudah tidak ada alasan lagi kalau dana darurat anda belum lengkap sejumlah minimum yang dibutuhkan. Bahkan lebih baik bila bisa lebih besar lagi dari yang dipersyaratkan. Jangan lupa dana darurat itu adalah sebesar pengeluaran tahunan kita, dan pengeluaran tahunan setiap tahun pasti naik. So pastikan anda sudah menghitung ulang pengeluaran tahunan anda dan membuat perhitungan ulang atas dana darurat anda.
3. Dana Pensiun
Di Indonesia usia pensiun standar adalah 55 tahun atau 56 tahun. Beberapa institusi sudah menaikkan menjadi 58 tahun, akan tetapi tetap masih kurang. Di negara maju seperti di Amerika Serikat usia pensiun adalah 65 tahun. Generasi X hanya punya waktu 10-20 tahun lagi waktu tersisa untuk mempersiapkan dana pensiun mereka. Dan waktu 10-20 tahun itu adalah waktu yang tidak lama lagi.
Bagi generasi X tidak ada alasan anda tidak punya dana pensiun atau belum mempersiapkan dana pensiun anda. Ini adalah momen-momen terakhir anda untuk mempersiapkan dana pensiun. Menunda 1-5 tahun lagi akan berakibat fatal dan menyebabkan investasi bulanan untuk dana pensiun anda menjadi sangat tinggi.
4. Mengerti Cara Mengelola Bujet Bulanan
Generasi X, ketika anda menuju dan memasuki usia 40an, sudah tidak ada alasan lagi bila anda tidak mengerti bagaimana cara membuat dan mengelola bujet bulanan anda. Pengelolaan bujet yang baik dan benar akan menentukan apakah anda bisa mencapai tujuan keuangan anda dan keluarga.
5. Mengerti Berapa Besar Yang Harus Ditabung & Investasi
Generasi X harus sudah tahu berapa besar yang wajib di tabungan dan investasikan dari penghasilan setiap bulannya. Jawabanya adalah sebesar minimum 20% dari penghasilan bulanan. Ingat rumusan 50/30/20 dari pengeluaran anda? Di mana 50% dari penghasilan dipakai untuk biaya hidup sehari-hari termasuk juga untuk transportasi, sekolah anak, bahkan kebutuhan tertier seperti makan di luar dan lain sebagainya. Sementara 30% dipakai untuk membayar utang-utang anda termasuk KPR, utang kendaraan, utang konsumtif, dan lain sebagainya. Pastikan ada sisa 20% yang bisa anda tabungan dan investasikan untuk masa depan anda (dana pensiun, dana pendidikan dll).
6. Tahu Besaran Kekayaan Bersih Anda
Anda pasti sudah paham dong apa itu kekayaan bersih dan cara menghitungnya? Kekayaan bersih didapatkan dari perhitungan neraca keuangan pribadi. Diperhitungkan dari total aset dikurangi utang-utang yang anda miliki. Informasi ini adalah cara tercepat untuk mengetahui kondisi dan posisi keuangan anda. Ketika anda sudah berusia di atas 35 tahun, sudah sewajarnya anda mengetahui berapa besar kekayaan bersih anda dan apa saja komposisi portfolionya. Dari situ anda bisa melihat mana di antara aset anda yang memberikan return paling positif dan tinggi.
7. Tahu Berapa Penghasilan dan Pengeluaran Anda
Kedengarannya mudah kan? Meskipun terdengar mudah ternyata banyak lho orang yang tidak tahu dan tidak paham perhitungan dari mana penghasilan mereka (beserta jumlahnya) dan ke mana uang mereka dibelanjakan. Padahal di sinilah kunci keberhasilan finansial anda. Anda yang masuk kategori generasi X dan menikah di usia 25 tahunan, maka saat ini harusnya pengeluaran anda untuk keluarga tidak sebesar sebelumnya (secara persentase) dan mulai lebih banyak melakukan investasi.
8. Keluar dari Jebakan Utang
Lihat ulasan saya di atas, di saat usia anda sudah di atas 35 tahunan, maka anda sudah harus mulai lebih banyak menempatkan uang anda untuk tabungan dan investasi, daripada membayar cicilan bulanan anda. Secepatnya lunasi utang konsumtif anda, dan bila anda masih membayar cicilan pastikan cicilan tersebut adalah utang produktif atau berupa aset untuk investasi.
9. BI Checking
Orang mungkin banyak tidak paham, tidak mengerti apa sih fungsi dari sebuah BI Checking atau dikenal dengan istilah Sistem Informasi Debitur (SID). Dengan terintergrasi sistem keuangan dan data keuangan di Indonesia, semakin ke sini semakin sulit bagi orang-orang yang 'nakal' untuk melakukan tindakan kejahatan, Karena semuanya tercatat dalam SID kita.
Itulah sebabnya menjadi sangat penting sekarang dan ke depannya untuk menjaga SID ini. Bagi anda generasi X, dengan melakukan cicilan rutin untuk rumah (KPR), kendaraan dan kartu kredit yang dikelola dengan baik, maka dapat dipastikan BI Checking anda juga memperoleh penilaian yang baik.
Bagi anda generasi X dan belum mempunyai SID alias BI Checkingnya masih nol, sudah seharusnya anda cepat-cepat mengumpulkan score ini agar memudahkan anda mendapatkan pinjaman di kemudian hari.
10. Anda Seharusnya Sudah Punya Aset
Generasi X dan Y awal, diusia sekarang harusnya secara keuangan sudah lebih stabil, sehingga sudah sewajarnya memiliki aset terutama rumah tinggal, atau KPR. Dengan kredit rekor/BIC Checking yang bagus anda sudah seharusnya memiliki pinjaman tersebut (liat tulisan tentang BI Checking di artikel sebelum ini).
11. Anda Seharusnya Sudah Bisa Membedakan Mana Yang Darurat
Belanja menyenangkan, apalagi belanja barang-barang yang kita sukai. Beli baju, sepatu, tas, ganti kendaraan, pasang aksesories dan lain-lain. Well, kalau anda melalukan hal tersebut di usia 20 tahunan, mungkin masih wajar ya. Tapi ketika generasi X dan Y awal sudah memasuki usia 30an bahkan menuju 40an, anda sudah seharusnya bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan dan mana yang benar-benar darurat.
12. Anda Seharusnya Sudah Tahu Berapa Biaya Pensiun Ideal.
Yakin anda sudah tahu berapa biaya pensiun yang ideal untuk anda dan keluarga? Sudah pernah menghitung angkanya? Sudah tahu apakah anda tersebut cukup untuk biaya pensiun anda nanti? Apakah anda kaget lihat angkanya? Apabila belum, banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mulai memperhitungkan berapa besar biaya yang dibutuhkan.
13. Berapa Yang Sudah Anda Simpan Untuk Pensiun Anda?
Well, keliatannya anda sudah mengerti kalau anda harus punya cukup dana untuk pensiun, benar kan? Pertanyaan berikutnya adalah berapa besar yang sudah anda alokasikan, simpan, investasi untuk dana pensiun anda? Sudahkan anda berhitung nominal jumlahnya akan berapa? Apakah nominal jumlah tersebut kira-kira dapat mencukupi biaya hidup ketika anda pensiun nanti? Bila tidak, apa saja alternative yang harus anda persiapkan? Banyak yaaaaa… sebagai Generasi X dan Y awal anda harus paham itu.
14. Semakin Anda Berumur, Semakin Kompleks Keuangan Anda
Banyak klien saya yang masih usia muda berkata, "Saya pasti bisa menabung dan investasi lebih banyak kalau nanti punya penghasilan lebih besar". Sebenarnya yang terjadi adalah dengan naiknya penghasilan anda maka kebutuhan keuangan andapun juga semakin meningkat dan kompleks. Sebagai contoh, apabila anda masih single dan baru menikah masih mau tinggal di apartemen kecil, ketika sudah mempunyai anak 1 atau 2 anda akan berfikir untuk pindah ke rumah tinggal yang lebih besar, dan lain sebagainya.
15. Bagaimana Pasangan Anda Mengatur Keuangan
Anda sudah di usia 30an menuju 40an, menikah dan punya anak. Saat ini seharusnya anda sudah tau apa kebiasaan dari pasangan anda yang berhubungan dengan keuangan, baik itu kebiasaan baik maupun kebiasaan buruk. Apakah pasangan anda bisa menjadi tim dari anda untuk mengurus keuangan keluarga? Ataukah pasangan anda justru berlawan cara dengan anda dalam mengatur keuangan keluarga?
16. Bagaimana Kondisi Keuangan Orang Tua Anda (dan pasangan)
Ketika anda masih muda anda dan pasangan pasti disupport oleh orang tua. Nah ketika sekarang anda memasuki usia 30an menuju 40an, kemungkinan besar orang tua anda sudah pensiun. Bagaimana kondisi keuangan mereka? Apakah mereka bisa bertahan dengan aset dan dana pensiun yang dimiliki? Ataukah harus bergantung hidup dari anda juga? Generasi X dan Y awal termasuk kedalam kegarasi Sandwich dimana mereka terjepit harus membiayai pensiun orang tua disaat yang bersamaan membiayai anak yang belum mandiri.
17. Anda Mengerti Dasar-dasar Dari Berinvestasi
Tidak ada alasan lagi untuk tidak mengerti dan tahu dasar-dasar dari mengelola keuangan terutama berinvestasi. Di usia yang ke 30an memasuki 40an Anda seharusnya sudah paham bagaimana investasi dan bursa itu bekerja. Apabila anda belum memahami, sebaiknya secepatnya belajar dari sekarang Karena waktu anda yang tersisa sudah tidak lama lagi sampai pensiun. Jangan berfikir anda bisa langsung berinvestasi tanpa mengetahui dasar-dasar investasi tersebut terlebih dahulu.
18. Ketahui Total Paket Kompensasi Anda
Semua orang pasti bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Tapi banyak dari anda yang mungkin tidak paham sebenarnya paket kompensasi yang anda terima apa saja? Apakah anda mendapatkan asuransi secara penuh? Apakah ada dana pensiun dari kantor atau menggunakan DPLK? Apakah ada jamsostek yang lama atau menggunakan BPJS yang baru? Apakah anda dapat fasilitas mobil kantor, dan masih banyak lagi fasilitas lainnya. Penting bagi anda untuk mengetahui totak paket kompensasi yang anda dapatkan dari tempat bekerja anda sehingga bisa anda maksimalisasikan.
19. Siapa Orang Yang Akan Anda Tunjuk?
Kedengarannya aneh ya? Maksudnya begini lho. Di usia yang sudah semakin bertambah, maka resiko-resiko apapun baik pekerjaan, kesehatan, catat, ataupun kematian bisa terjadi kapanpun. Nah, bila hal tersebut terjadi apakah anda sudah memutuskan siapa yang nanti akan menjadi orang yang anda tunjuk untuk mengurus aset anda? Atau sesimpel bila terjadi hal yang bersifat emergency siapakah orang yang akan dihubungi? Bila anda belum memilikinya, berarti sudah saatnya sekarang anda persiapkan.
20. Merasa Tidak Pernah Cukup Punya Uang
Dari pengalaman menjadi perencana keuangan sedemikian lama, jarang sekali ditemukan orang yang merasa sudah cukup banyak punya uang. Mengapa? Karena sepertinya pengeluaran kita akan terus bertambah seiring dengan naiknya penghasilan kita. So, jangan menunda-nunda lagi, mulai persiapkan keuangan anda dari sekarang.
21. Anda Mungkin Tidak Pernah Tahu Keuangan Seseorang Sesungguhnya
Rekan kerja di kantor anda yang ngantor dengan pakaian keren dan necis mungkin realitas sebenarnya malah sedang kesulitan keuangan dan bermasalahan dengan keuangan. Atau mungkin saja tetangga anda terpaksa harus menjual rumahnya. Intinya, apa yang terlihat di depan mata belum tentu apa yang sebenarnya terjadi, sehingga tidak bagus untuk membandingkan keuangan anda dengan orang lain.
22. Apa Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Ketika Membeli Rumah Baru
Kita semua suka sekali renovasi rumah. Tapi yang harus diingat adalah, anda tidak dalam posisi untuk selalu renovasi rumah seperti di dalam acara-acara TV itu. Ingat, proyek besar untuk merenovasi rumah pasti akan membutuhkan biaya yang besar.
23. Bagaimana Bisa Berpenampilan Keren Tapi Dana Terbatas
Menghambur-hamburkan uang untuk pakaian terbaru bukanlah tindakan yang tepat, tapi tetap mungkin untuk bisa dilakukan. Banyak cara anda bisa berpenampilan kece dengan dana terbatas. Setiap tanggal merah maupun liburan, tengah tahun ataupun akhir tahun seperti saat ini, toko dan departement store biasanya menyelenggarakan diskon yang lumayan besar. Anda bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Yang penting belanja sesuai bujet dan tidak berlebihan.
24. Apa Yang Dimaksud Dengan 'rebalancing'
Ketika anda masih lebih muda dari sekarang, investasi anda mungkin bisa saja agresif dengan banyak pilihan produk keuangan. Dengan semakin bertambahnya usia, profil risiko anda semakin hari semakin menurun, anda harus mengatur ulang portofolio keuangan anda agar sesuai dengan kondisi sekarang.
25. Kenapa Asuransi Jiwa Menjadi Sangat Penting
Meskipun anda tidak punya anak atau tanggungan, mungkin saja anda masih memerlukan asuransi jiwa untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Jangan lupa asuransi jiwa murah selama anda membelinya ketika masih usia muda.
26. Sadar Kalau Pengeluaran Kecil Bisa Berbahaya
Generasi X harusnya sudah menyadari bahwa pengeluaran Rp 50 ribu sehari untuk hal-hal yang tidak penting justru bila dijumlah bisa berbahaya untuk keuangan anda. Padahal uang sebesar itu kalau dikumpulkan setiap bulan bisa membantu anda untuk mencapai tujuan keuangan.
27. Makanan Favorit di Bawah Rp 30 ribu
OK anda bisa makan di restoran mewah, tapi anda juga harus punya lima jenis makanan favorit yang bisa dimakan setiap hari dengan harga di bawah Rp 30 ribu. Dan yang penting makanan tersebut tidak membuat kantong anda bolong.
28. Jangan Lupa Untuk Negosiasi Gaji
Setuju bahwa anda harus mengurangi pengeluaran dan lebih banyak menabung. Tapi ada cara yang lebih cepat lagi, yaitu negosiasi untuk naik gaji. Yes, ketika anda sudah bekerja dengan baik dan atau berprestasi dalam pekerjaan, maka anda bisa negosiasi untuk naik gaji. Setidaknya anda tahu bagaimana perusahaan anda menghargai anda.
29. Apa Itu Wasiat dan Kenapa Anda Membutuhkannya
Dalam posisi saat ini di kehidupan anda, sudah sewajarnya anda mempunyai wasiat. Anda tidak mau dong, aset yang sudah anda kumpulkan bertahun-tahun untuk keluarga dan orang yang anda cintai (pasangan dan anak) justru malah ke orang lain? Jaga aset anda dengan wasiat.
30. Tahu Perbedaan Perhitungan Bunga
Ada perhitungan bunga yang disebut Simple interest, Diskonto, sama Compound interest alias bunga ber bunga. Anda harus sudah tahu bedanya dan mana yang bisa memberikan dan mengembangan kekayaan anda dan keluarga.
31. Ilmu Berbagi
Pintarlah dalam memilih tempat berbagi rezeki dan ilmu, anda bisa mendapatkan kebagiaan dunia akhirat. Pintar dalam memilih produk keuangan dan investasi yang cocok, akan membuat aset dan keuangan anda berkembang.
32. Merencanakan Keuangan
Generasi X bila sampai saat ini masih belum bisa merencanakan keuangan, anda bisa jadi akan bermasalah dengan keuangan anda di masa yang akan datang, bahkan sampai masa pensiun anda. Belajar keuangan yang baik dan benar dari sekarang, bila anda merasa 'buntu' ada bagusnya menggunakan jasa konsultan perencana keuangan.
Rabu, 21 Desember 2016
Cara Mencari di Mesin Google
Seperti yang kita ketahui bersama
bahwa Mesin pencari google merupakan salah satu produk unggulan dari
raksasa internet Google, selain mesin pencari google juga mempunyai
banyak produk unggulan diantaranya email, google plus, youtube, google
terjemahan, google book dan masih banyak lagi produk - produk yang bisa
sobat komputer pergunakan, tentunya kualitas dari layanan perusahaan ini
yang boleh dibilang sangat dan amat berkualitas.
Apabila sobat komputer menginginkan penggunaan mesin pencari google
supaya bisa optimal ada beberapa kode - kode yang harus sobat ketahui,
oke langsung aja kita bahas satu persatu.
1. Site:URL
Contoh penggunaan " site:https://www.utopicomputers.com "
Fungsi dari kode diatas untuk
menampilkan hasil pencarian dari halaman - halaman situs yang sobat
maksut itu saja, sobat tidak akan menemukan situs - situs lainya pada
tiap halaman pencarian google.
2. Intitle dan allintitle
Contoh penggunaan " intitle:Aplikasi Editing Gambar Gratis " atau " allintitle:Aplikasi Smartphone Android "
Fungsi dari kode diatas untuk memfilter
pencarian berdasarkan judul artikel pada halaman website berdasarkan
kata kunci yang sobat ketikan dan ditambah intitle atau allintitle pada
awal kata kunci.
3. Inurl dan allinurl
Contoh penggunaan " inurl:Pengertian Processor " atau " allinurl:Resseter Canon IP 2770 "
Fungsi dari kode diatas adalah untuk mencari kata pada URL
4. Define
Contoh Penggunaan " define:PDF "
Fungsi dari kode diatas adalah untuk
menemukan halaman - halaman situs yang berisi penjelasan mengenai kata
kunci yang diketikan pada kotak mesin pencari diikuti kata define pada awal kata.
5. Filetype
Contoh Penggunaan " filetype:Doc " atau " filetype:Totorial Komputer.PDF "
Fungsi dari kode diatas adalah
menampilkan hasil pencarian berdasarkan type file tertentu, misalnya
apabila sobat komputer ingin mencari file dalam bentuk PDF,DOC,EXL, dan
lain sebagainya
Beberapa contoh type file yang biasa digunakan adalah :
1. XLS yaitu untuk Excel (table)
2. TXT yaitu untuk Text
3. LWP yaitu untuk Lotus Wordpro
4. PPT yaitu untuk Power point
5. RTF yaitu untuk Rich Text Format
6. PS yaitu untuk Adobe Postscript
7. SWF yaitu untuk Shockwave
8. MW yaitu untuk Mac Write
Sobat juga bisa menggabungkan kode
diatas misalnya dengan cara mengetikan " filetype:PDF or filetype:doc "
agar supaya hasil pencarian akan muncul halaman dengan bertype pdf dan
doc.
6. Menggunakan tanda kutip ( "...." )
Cara penggunaan "Jenis Processor"
Fungsi dari kode diatas adalah sobat
komputer akan menemukan halaman situs yang berjudul Jenis Processor pada
urutan atas dan jenis processsor murah atau judul yang agak menyimpang
akan di tampilkan diurutan bawah.
7. Menggunakan tanda + dan -
Cara menggunakan " Aplikasi + Android "
Fungsi dari kode diatas adalah digunakan untuk mengikutsertakan atau menambah sebuah istilah dalam pencarian.
sebaliknya apabila menggunakan " Aplikasi -Android " pencarian akan menyingkirkan hasil pencarian Android.
8. Info:Domain
Contoh Penggunaan " Info:utopicomputers.com "
Fungsi dari kode diatas adalah untuk mengetahui informasi mengenai situs yang akan dicari
Langganan:
Postingan (Atom)
