Minggu, 21 April 2024
Kenapa cari kerja sekarang susah ?
Kamis, 06 Juli 2023
Unsur Hara Tanaman
Senin, 03 Juli 2023
11 cara beli tanah belum sertifikat
Selasa, 07 Maret 2023
Wawancara Kerja
Selasa, 11 Oktober 2022
Analisa Laporan Keuangan
Senin, 26 September 2022
Baja Ringan
Baja Ringan
Baja ringan adalah material yang dibentuk dalam kondisi dingin (cold-formed steel) dengan ketebalan berkisar antara 0,4 mm hingga 3,0 mm yang bersifat ringan dan tipis namun kekuatannya tidak kalah dari baja konvesional.
Ada baiknya Anda mengetahui ukuran baja ringan serta jenis dan bentuknya, sebelum Anda memasang atap baja ringan.
Anda juga tidak perlu khawatir mencari jasa pasang atap baja ringan kesana kemari. Karena kami juga melayani pemasangan atap baja ringan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya
Ukuran Baja Ringan

Ukuran baja ringan memiliki ukuran ketebalan 0.75 mm atau 1.00 mm.
Walau ketebalan baja ringan hanya 0.75 mm/1.00 mm, namun baja ringan memiliki banyak kelebihan, salah satunya adalah kuat dan tahan lama.
Sementara ukuran baja ringan untuk hollow berbeda lagi. Karena baja ringan hollow terbagi menjadi baja ringan holllow galvanis dan baja ringan hollow galvalum.
Untuk ukuran reng baja ringan memiliki ketebalan 0.40 mm sampai 0.60 mm dan tinggi profil baja ringan memiliki ukuran mulai dari 70 mm sampai 100 mm.
Bentuk Baja Ringan
Umumnya, bentuk baja ringan yang sering digunakan ialah bentuk “Canal” atau “C” dan “Omega”.
Kedua bentuk itu dapat dipergunakan sebagai penyusun konstruksi baja ringan.
Baja ringan berbentuk canal atau omega ini sudah mudah ditemukan di beberapa toko penjual baja ringan atau di jasa pemasangan baja ringan.
Klik Disini Untuk Tahu Cara Mudah Mengetahui Kemiringan Atap Rumah!
Yang paling banyak digunakan dan paling sering ditemukan ialah baja ringan berbentuk “Canal” atau “C”.
Bentuk ini dianggap sebagai profil baja ringan. Profil Calal C merupakan profil tertua pada material batang baja ringan.
Penampang profil ini juga sudah digunakan pada baja konvensional jauh sebelum istilah baja ringan hadir yang hingga saat ini masih dipakai.
Pada profil C kelebihan utamanya adalah pada saat digabungkan dua profil C yang saling berhadapan disatukan menjadi “box” atau “kotak”.
Jenis Baja Ringan
Sementara terkait dimensi ukuran, tebal baja ringan yang biasa digunakan adalah 0,75 mm hingga 1,00 mm pada batang utama kuda-kuda konstruksi.
Sedangkan pada reng, ketebalan yang digunakan mulai 0,40 hingga 0,60 mm.
Sementara untuk ukuran tinggi profil juga bervariasi mulai dari 70 mm hingga 100 mm .
Dan pada batten/reng tinggi mulai 31mm hingga 60mm. Variasi ukuran ini ditujukan menyesuaikan dengan beban/kekuatan yang disokongkannya.
TRUS / Kaso Metal Baja Ringan

Kaso berbahan plat baja gaya tarik tinggi (G550) / baja ringan yang dilapisi dengan seng dan alumunium atau sering disebut (Zincalume/Galvalume) namun ada juga yang berbahan Galvanis.
Ketahui Tips Mudah Mengetahui Biaya Pasang Atap Baja Ringan Disini
Tinggi profil C ini 75 cm panjang dengan 6 m dengan ketebalan bervariasi. Mulai dari 0,60 mm, 0,65 mm, 0,70 mm,0,75 mm sampai dengan 1 mm. Digunakan sebagai rangka atap baja ringan atau kuda-kuda utama baja ringan.
Reng Baja ringan

Berbentuk trapesium, digunakan sebagai peletakan atap. Umumnya ketebalan reng 0,45 mm dengan tinggi mulai dari 28 mm sampai dengan 40 mm, semakin tnggi profil reng maka semakin kuat.
Jika Anda menggunakan genteng beton atau keramik disarankan menggunakan reng minimum tinggi 30 mm.
Baja Ringan Taso

Baja ringan dengan merk taso memiliki ketebalan 0,75 mm dan 1 mm dengan tinggi 7,5 cm dan lebar kaki 3,5 cm dan panjang 6 meter perbatang.
Aksesories meliputi :
- Bracket L, profil tebal 1,5 mm
- Dynabolt, diameter 12 mm, panjang 100 mm
- Baut, type self drilling screw. (Ukuran : 12-14×20 bright zinc (untuk truss) 10-16x bright zinc (untuk reng )
Rabu, 27 Juli 2022
cara meredam inflasi
Laju inflasi yang tidak terkendali dapat berdampak buruk pada sebuah negara lantaran memengaruhi kenaikan harga barang dan jasa secara umum.
Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan inflasi. Berikut 3 cara mengatasi inflasi beserta penjelasannya.Inflasi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Jika tidak dikendalikan, inflasi akan tidak terkontrol sehingga dapat berdampak negatif bagi stabilitas ekonomi sebuah negara.
Inflasi yang tidak terkendali akan menurunkan daya beli masyarakat lantaran harga barang secara umum mengalami kenaikan.
Tak hanya bagi masyarakat saja, namun inflasi yang berlangsung terus-menerus rentan menciptakan uncertainty atau ketidakpastian bagi para pelaku ekonomi.
Pengertian Inflasi
Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, inflasi sebagai kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.
Kebalikan dari inflasi adalah deflasi. Deflasi bisa diartikan sebagai penurunan harga barang dan juga jasa yang terjadi secara umum dan terus-menerus.
Cara Mengatasi Inflasi
Cara mengatasi inflasi di Indonesia (Ilustrasi Foto: iStockphoto/number1411)
Pemerintah bisa menekan laju dari inflasi dengan melakukan beberapa cara. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini 3 cara untuk mengatasi inflasi disertai penjelasannya.
1. Kebijakan Fiskal
Cara pertama yang akan dilakukan oleh pemerintah adalah kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal ini sendiri berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran dari anggaran pemerintah.
Kebijakan fiskal ini antara lain dengan meningkatkan tarif pajak, mengurangi pengeluaran dari pemerintah, dan melakukan pinjaman.
2. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter menjadi salah satu daricara mengatasi inflasi yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan moneter atau kebijakan keuangan bisa dilakukan dengan menambah ataupun mengurangi jumlah uang yang beredar.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan moneter dengan tujuan bisa meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat suatu negara.
Kebijakan moneter lainnya adalah dengan melakukan kebijakan operasi pasar terbuka. Kebijakan ini bisa dilakukan dengan cara mengendalikan jumlah uang beredar.
3. Kebijakan Non-fiskal dan Non-moneter
Selain menggunakan kebijakan fiskal dan juga kebijakan moneter, pemerintah juga bisa menggunakan kebijakan non fiskal dan juga non moneter. Kebijakan nonfiskal dan nonmoneter ini dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Setidaknya terdapat 5 cara yang termasuk ke dalam kebijakan non-fiskal dan non-moneter yang biasanya dilakukan oleh pemerintah.
a. Menambah hasil produksi
Pemerintah akan memberikan kebijakan-kebijakan yang bisa meringankan para pengusaha. Hal ini dilakukan oleh pemerintah dengan harapan para pengusaha bisa menggenjot produksi agar lebih banyak lagi.
Dengan banyaknya barang yang beredar di masyarakat, maka perputaran uang akan semakin cepat dan banyak, sehingga uang yang beredar menjadi kembali seimbang.
b. Mempermudah masuknya barang impor
Tak semua barang bisa dipenuhi oleh produsen dalam negeri, untuk itu mempermudah masuknya barang barang impor menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Hal ini bisa dilakukan dengan cara menurunkan pajak dan juga mempermudah perizinan barang impor.
c. Menstabilkan pendapatan masyarakat
Menjaga pendapatan masyarakat agar tidak naik juga bisa menjadi salah satu cara untuk menekan laju pertumbuhan inflasi yang tak terkendali.
d. Menetapkan harga maksimum
Pada saat terjadi inflasi, harga barang cenderung naik tak terkendali. Hal inilah yang membuat daya beli dari masyarakat menurun. Dengan menetapkan harga maksimum, pemerintah mengharap agar daya beli masyarakat menjadi lebih baik lagi.
e. Pengawasan distribusi barang
Distribusi barang yang terhambat juga menjadi salah satu faktor naiknya harga di suatu wilayah. Permintaan yang besar tidak diimbangi dengan jumlah barang yang terbatas akibat terhambatnya proses distribusi barang.
Dengan melakukan pengawasan sebagai salah satu cara mengatasi inflasi, diharapkan barang tersebut bisa cepat didistribusikan kepada masyarakat.